Psikosomatis

Psikosomatis

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 21, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Elin hanya ingin hidup normal dan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Setelah lulus SMA, bekerja di PT, pacaran lalu menikah dan punya anak hingga seterusnya. Namun, semuanya terasa buram. Ia tak bisa menemukan setitik semangat untuk tierus melanjuti fase demi fase hidup. Ia kehilangan motivasi dan cuma senyum.yang bisa di tunjukan untuk menyembunyikan itu semua. Mereka hanya melihat diri Elin sebagai gadis polos, baik dan pintar. Memiliki senyum yang tak pernah habis. Mereka tak pernah mengetahui bahwa Elin adalah penderita psikosomatis. Tapi, seorang akhirnya mengetahui. Rangga adalah ketua kelasnya. Lelaki kelewat perfect yang tak bisa di jangkau oleh Elin. Bisakah Elin melanjutkan fase hidupnya? Bisakah Elin sembuh dari psikosomatisnya?
All Rights Reserved
#12
psikosomatis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ketua osis galak
  • ALLAND
  • 36 days with you {saida} [End]
  • The Cold Husband✅
  • Mantan Suami ( On Going )
  • L0VE BEHIND SILENCE: Chiara World[revisi]
  • Elang L Cavanix ( END )
  • Janji Di Antara Dua Rasa
  • LOVE WILL FIND A WAY

Dia adalah Mouza gadis yang selalu terlambat datang ke sekolah. Mouza selalu saja memancing emosi Alan. Semua tingkah laku Mouza selalu membuat kepala Alan pusing. Bukan Mouza jika tidak bisa melawan ucapan Alan. Berkali kali Alan memberikan Mouza hukuman, bukannya jerah, Mouza justru malah senang. Alan sering berpikir bahwa Mouza itu gila. Hingga pada akhirnya, Alan bertekad untuk membuat Mouza berubah. Akankah Alan berhasil merubah Mouza, atau mungkin Alan justru jatuh cinta kepada Mouza? Ayo baca cerita nya! ※※※※ "Lo lari muter lapangan lima puluh kali," ucap Alan "Kok cuma lima puluh, seratus sekalian biar Mouza makin sehat," tawar Mouza "Nggak, lima puluh aja," ucap Alan "Kak Alan baik deh, seratus aja ya kak Alan, plis seratus aja," bujuk Mouza 'Nih anak sehat nggak sih. Udah di kasih hukuman malah seneng, udah gitu minta nambah,' batin Alan

More details
WpActionLinkContent Guidelines