Solmet
  • WpView
    Leituras 61
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, nov 18, 2017
Sebuah karya dari ReSTee. Tasya pengin punya soulmate. Syaratnya ada sederet. Tapi yang paling penting, cowok yang bakal dijadikan soulmate-nya harus suka sama kucing. Tasya nganggap cowok yang suka kucing biasanya sangat penyayang, romantis, dan penuh perhatian. Petualangan Tasya mencari soulmate dihiasi beragam kelucuan. Apalagi, Tasya punya dua sahabat paling konyol di dunia, Cindy dan Nana. Suatu ketika, Tasya bertemu cowok yang suka banget kucing. Tapi, benarkah cowok itu soulmate yang diimpikannya? Gimana kalo bukan? Yang pasti, Tasya pantang mundur meskipun dua sahabatnya setiap saat selalu teriak, "Ngapain sih, solmat-solmet melulu? Bosen, tau nggak, sih?!"
Todos os Direitos Reservados
#287
perhatian
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Crazy Marriage
  • Unmatch The Parents
  • SUAMI NOLEP
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • Bukan Target Cinta (Tamat)
  • [END] Blind Rainbow
  • Love's Destiny
  • Reynand & Joya | END

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo