Wonderfull Sahabat

Wonderfull Sahabat

  • WpView
    MGA BUMASA 99
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 11
WpMetadataReadKumpleto Sun, Apr 15, 2018
PERHATIAN!! Siapkan kotak p3k sebelum membaca cerita mengerikan ini. Ada kasus penyalah gunaan teman di dalamnya, mengandung kata-kata kasar tidak berpacu pada kaidah penulisan atau EYD, tidak mendidik dan membangun. Tidak diperkenankan menghina atau menjudge tokoh yang ada. SARAN!! Tidak diperuntukan untuk anak dibawah umur 15bulan, dikhawatirkan mereka tidak dapat membaca tulisan. Tidak diperkenankan membaca cerita saat tertidur dan saat mandi. Mohon mangap atas ketidak sempurnaan penulisan atau bahasa yang digunakan yang tidak mendidik, dikarenakan semua itu atas unsur kesengajaan dari penulis.
All Rights Reserved
#169
somplak
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • ELGITA  (TERBIT)
  • ALYA
  • Eramnesia
  • Let Me Love You Longer
  • Kelas A [End]
  • You And I
  • Paradise
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • happy ending  Versi Ku Kapan?

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman