Wonderfull Sahabat

Wonderfull Sahabat

  • WpView
    Membaca 99
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadLengkap Min, Apr 15, 2018
PERHATIAN!! Siapkan kotak p3k sebelum membaca cerita mengerikan ini. Ada kasus penyalah gunaan teman di dalamnya, mengandung kata-kata kasar tidak berpacu pada kaidah penulisan atau EYD, tidak mendidik dan membangun. Tidak diperkenankan menghina atau menjudge tokoh yang ada. SARAN!! Tidak diperuntukan untuk anak dibawah umur 15bulan, dikhawatirkan mereka tidak dapat membaca tulisan. Tidak diperkenankan membaca cerita saat tertidur dan saat mandi. Mohon mangap atas ketidak sempurnaan penulisan atau bahasa yang digunakan yang tidak mendidik, dikarenakan semua itu atas unsur kesengajaan dari penulis.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#169
somplak
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Paradise
  • Kelas A [End]
  • You And I
  • Eramnesia
  • ALYA
  • ELGITA  (TERBIT)
  • happy ending  Versi Ku Kapan?
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Let Me Love You Longer
  • SUARA BIA (TAMAT)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan