Wonderfull Sahabat

Wonderfull Sahabat

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 15, 2018
PERHATIAN!! Siapkan kotak p3k sebelum membaca cerita mengerikan ini. Ada kasus penyalah gunaan teman di dalamnya, mengandung kata-kata kasar tidak berpacu pada kaidah penulisan atau EYD, tidak mendidik dan membangun. Tidak diperkenankan menghina atau menjudge tokoh yang ada. SARAN!! Tidak diperuntukan untuk anak dibawah umur 15bulan, dikhawatirkan mereka tidak dapat membaca tulisan. Tidak diperkenankan membaca cerita saat tertidur dan saat mandi. Mohon mangap atas ketidak sempurnaan penulisan atau bahasa yang digunakan yang tidak mendidik, dikarenakan semua itu atas unsur kesengajaan dari penulis.
All Rights Reserved
#208
somplak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Let Me Love You Longer
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • happy ending  Versi Ku Kapan?.
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • You And I
  • ALEYA~~
  • Eramnesia
  • Kelas A [End]

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines