Tanah, Laut, dan Bintang

Tanah, Laut, dan Bintang

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 2, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Percaya gak sih kalo ada orang yang bisa menggerakkan benda. Kalo kalian gak percaya, mulai detik ini kalian harus percaya karena akulah buktinya. Aku Kaia, punya kemampuan untuk menggerakkan batu atau tanah. Namun orang tua ku tidak tau aku memiliki kemampuan itu. Kekuatan ku itu keluar kalo aku sedang marah, ataupun sedih atau emosi apapun yang berlebihan. Hidupku ditambah rumit lagi ketika aku bertemu Kenn, si kalem yang sangat dingin namun bijaksana, dan ternyata Kenn bisa mengendalikan air, luar biasa bukan?? Aku bertemu teman sepenanggungan. Hidupku yang tadinya tenang2 saja, berubah seketika, penuh dengan kekuatan2 di luar akal sehat, jeritan tangis yang memilukan, dan suasana yang mencekam. Ditambah aku dibuat bingung oleh Asva, cowok aneh, yang sikapnya manis sekali tapi entah kenapa dia membuatku takut. Apakah dia juga punya kemampuan sepertiku?Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Darimanakah asal kekuatanku?
All Rights Reserved
#917
laut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZEPHYRVILLE: KAEL BUMIANTARA
  • REVERSE BOY [ TAMAT ] ✔
  • KALINDRA
  • TANAH
  • FIGURAN GIRL ( LENGKAP )
  • TEMAN YANG TAK TERLIHAT
  • Talaskar [End]
  • Adventure Of The Lost Powerful Gods Reincarnation.
  • New World [REVISI]

Empat tahun yang lalu, ada satu tempat yang tidak akan kamu temukan di peta mana pun. Namanya hanya dibisikkan oleh mereka yang masih mengingat, dan bahkan mereka pun tak selalu sepakat tentang letaknya. Tapi bagi saya, tempat itu nyata. Karena di sanalah, sebuah memori singkat tercipta, memori tentang Kael Bumiantara. Tak banyak yang tersisa dari masa itu. Hanya serpihan kenangan yang muncul seperti kilasan dalam mimpi, begitu cepat datang, dan lebih cepat lagi pergi. Namun dari semua yang pernah terjadi, kehadiran Kael adalah yang paling sulit dilupakan. Ia bukan sosok yang mencolok. Ia tidak datang membawa cahaya atau suara. Justru karena itulah ia membekas. Empat tahun telah berlalu sejak saat itu. Dunia telah banyak berubah. Orang-orang datang dan pergi, musim berganti tanpa peduli. Namun memori itu tetap tinggal, tentang hari-hari singkat bersama Kael, tentang tempat yang tak bisa disebutkan namanya, tentang sesuatu yang mungkin hanya kami yang pernah merasakannya. Kadang saya bertanya, apakah semua itu sungguh pernah terjadi? Ataukah hanya ilusi yang ditinggalkan oleh waktu? Tapi hati saya tahu: ada satu masa, satu tempat, dan satu nama. Kael Bumiantara, yang pernah mengubah segalanya, meski hanya sebentar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines