Pertemuan Tak Terduga

Pertemuan Tak Terduga

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 19, 2018
Dimulai dari impian sederhana dari seorang gadis bernama Emera Hasna Khalishah yang bercita - cita menjadi seorang teknisi pesawat di negara yang menjadi impiannya di Jerman. Awalnya Ia tak menduga akan berhasil bersaing dengan calon mahasiswa dari berbagai provinsi di indonesia untuk bisa masuk di salah satu universitas yang terkenal di Bandung yaitu ITB. Sewaktu ketika pertemuan pertama kali dengan laki- laki yang mampu membuat dirinya tertarik dengan kepribadiannya yang sangat luarbiasa berpegang teguh dengan Agamanya. Setiap kelakuan Emera yang ingin berdekatan dengan laki - laki tersebut. Hingga penolakan terang- terangan yang dilakukan oleh laki- laki kepada Emera dan hingga sesosok perempuan hadir yang mampu membuat laki- laki tersebut kagum kepadanya. Akankah Emera mampu bertahan dengan semuanya dan segala rintangan dan tantangan untuk meraih impian dan Cintanya? Seperti halnya laki- laki tersebut hanya melihat sikapnya Emera yang membuat Ia merasa menghindarinya . Hingga sebuah rahasia Emera terungkap membuat Laki- Laki tersebut mengharapkan emera kembali padanya. Akankah Ia mampu menemukan sesosok Emera yang telah Ia sakiti?
All Rights Reserved
#546
pertemuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YIN & YANG
  • Abi dan Abrar
  • Sabda Cinta Zahraa [END]
  • The Cool BadBoy (REVISI)
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • DARSEN [Proses Revisi]
  • Return (Completed✔)
  • A Feeling
  • KISAH
  • Spring Wind (Arabian Love) || TELAH TERBIT

Basket, olahraga yang paling Aksel tidak suka. tapi karena ini menyangkut masalah nilai, mau tidak mau Aksel harus ikut. "Gue jadian sama Amora." ucap Aksel saat berhadapan dengan Daren di latihan basket siang itu. "Gue tahu itu." jawab Daren ketus. "Jangan merasa kalah, karena akhirnya Amora pilih gue." lanjut Aksel . "Berisik loe." dengan sigap Daren merebut bola yang sedaritadi berada di tangan Aksel. Sudah cukup Daren kalah dalam hal memperebutkan Amora. Dan sekarang saat di tengah lapangan basket ini meskipun hanya latihan, Daren tidak mau dipandang selalu kalah lagi oleh siapapun, termasuk Aksel. Sahabat sekaligus rivalnya. Daren mendrible bola basket itu dengan lincahnya. Tiba di depan ring, Daren langsung meloncat tinggi dan memasukkan bola itu. three point untuk tim Daren. setelah berhasil memasukkan bola, Daren beserta anggota timnya yang lain kembali ke lapangan tengah. Dan lagi mata Daren dan Aksel pun saling bertemu. "Kalau bola itu aja bisa gue rebut dengan mudah, berarti gue juga masih punya kesempatan buat ngerebut Amora dari loe." ucap Daren sambil tersenyum sinis. "Amora bukan bola yang bisa gampang loe rebut kaya tadi. tapi kalau loe mau coba buat rebut dia dari gue, silahkan aja. gue gak ngelarang." Jawab Aksel gamblang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines