Freund
  • WpView
    Reads 1,933
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 30, 2018
"lo yang telat tadi?" Fahri mengangguk. Nafa semakin bingung, kalau dia telat bagaimana dia bisa masuk? "Lo bingung ya kenapa gue bisa masuk?" Tanya Fahri "Selain pinter berantem lo juga cenayang" Nafa mengangguk ngangguk seakan pendapatnya tadi memang benar Fahri tertawa membuat Nafa menoleh. Entah kenapa wajah orang ini seperti tidak asing baginya Nafa bangkit karena bel masuk telah berbunyi, "gue ke kelas duluan. Lo istirahat aja" Fahri lagi lagi tersenyum, "nama gue Fahri. Kalau lo penasaran" Nafa tidak menjawab. Ia langsung bergegas menuju kelas, selama perjalanan Nafa merutuki kata kata terakhir yang Fahri katakan. Siapa juga yang penasaran pede amat Nafa membatin. My first story is up! Hope you like everybody❤
All Rights Reserved
#5
smabaper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Undefinable
  • TAFIA'S TEARS
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • The Real Brengsek Boy (END)
  • Arsyilazka
  • ON SIGHT (Completed)
  • I Want To Stop Being Nafa [END-LENGKAP]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Cold Boyfriend [Ending]
  • Friendship In Love

Shafa, gadis dengan peringkat lima dari bawah itu adalah gadis yang periang, namun menjadi pendiam ketika berada di rumah. Merasa dibedakan, membuat Shafa menjadi pribadi yang berbeda dengan Shafa yang sebelumnya. Fabian, tetangga Shafa yang mengaku memelihara anjing itu juga memiliki otak sebelas dua belas dengan Shafa. Brandal kelas, sebutan yang pantas untuk mereka. Menyadari sedang ditatap oleh Shafa, Fabian nyaris tersedak. Setelah menutup botolnya, Fabian menyentil kening Shafa. "Hobi banget liatin gue." Shafa menggeleng, "Jakun itu asalnya darimana sih, Bian? Waktu kecil lo keselek batu ya?" Fabian melongo. Shafa ini kenapa sih? Lagi, ia menoyor kepala Shafa. "Kalo gitu gue juga tanya, payudara itu asalnya darimana sih, Shafa?" Shafa menghendikkan bahunya, "Mungkin waktu kecil gue keselek apel dua biji. Nyangkutnya disana," sahutnya, santai. Fabian yang merasa gemas langsung mencubit kedua pipi cewek itu, "Shafa yang imut mirip dugong makin hari makin bego aja ya? Kebanyakan makan mie instan sih lo!" #1 in fiksiremaja pada 31 Desember 2019 #73 in teenfiction out of 130k cerita pada 16 April 2020 Start: 26 April 2019 Finish: 7 April 2020 FOLLOW​ SEBELUM​ MEMBACA​ Copyright ©2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines