Rintik Hati dalam Melodi ♥

Rintik Hati dalam Melodi ♥

  • WpView
    Reads 2,327
  • WpVote
    Votes 439
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 7, 2018
WpInfo
Poetry
Ini bukan rintik tentang hujan yang turun dari langit, Bukan juga, rintik yang akan menghadirkan rasa ingat masa lalu 🍃 Tapi, Ini mengenai hati yang mulai kamu ciptakan untuk menghasilkan sebuah rintik bermelodi yang sendu begitu menyayat. Aku tahu, perpisahan terkadang tak jua diakhiri dengan rasa patah hati, bisa saja seperti melodi. Tersususun dengan rapi, teratur mengikuti alur hati, terangkai dengan nada-nada ketetapan batin yang sunyi. Getarannya teratur saat pertama kali dijumpai, terdengar berurutan dalam sebuah cinta yang dimiliki, dan pada akhirnya mengungkapkan suatu gagasan persoal kami. Ya.. Kini saatnya ku melepasmu dengan hangat, dibawah rintik-rintik hati yang bermelodi. 🎼☔ Mungkin sekarang bukan saatnya kita memiliki takdir yang sama. Hari ini mungkin beda, esok bisa saja sama. 🌈
All Rights Reserved
#28
berpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Narasi patah hati
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • ARUMILA
  • Air Mata Cinta
  • P E R N A H
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines