Rintik Hati dalam Melodi ♥

Rintik Hati dalam Melodi ♥

  • WpView
    Reads 2,327
  • WpVote
    Votes 439
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 7, 2018
Ini bukan rintik tentang hujan yang turun dari langit, Bukan juga, rintik yang akan menghadirkan rasa ingat masa lalu 🍃 Tapi, Ini mengenai hati yang mulai kamu ciptakan untuk menghasilkan sebuah rintik bermelodi yang sendu begitu menyayat. Aku tahu, perpisahan terkadang tak jua diakhiri dengan rasa patah hati, bisa saja seperti melodi. Tersususun dengan rapi, teratur mengikuti alur hati, terangkai dengan nada-nada ketetapan batin yang sunyi. Getarannya teratur saat pertama kali dijumpai, terdengar berurutan dalam sebuah cinta yang dimiliki, dan pada akhirnya mengungkapkan suatu gagasan persoal kami. Ya.. Kini saatnya ku melepasmu dengan hangat, dibawah rintik-rintik hati yang bermelodi. 🎼☔ Mungkin sekarang bukan saatnya kita memiliki takdir yang sama. Hari ini mungkin beda, esok bisa saja sama. 🌈
All Rights Reserved
#132
berpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rayhan: sebelum hati berani pulih
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Air Mata Cinta
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Barisan Penyesalan
  • ARUMILA
  • P E R N A H
  • Narasi patah hati
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Ruang Hampa || Quotes ||

Prolog - Luka yang Tidak Bisa Dikembalikan Oleh Wayan Arjuti Mereka bilang waktu akan menyembuhkan segalanya. Tapi mereka tidak pernah benar-benar tahu rasanya patah hati - bukan karena cinta yang ditolak, tapi karena kepercayaan yang dihancurkan dari dalam. Aku pernah percaya pada satu wajah. Pernah membayangkan masa depan yang tenang, rumah kecil, suara anak tertawa di halaman, dan seorang perempuan yang akan duduk di sampingku meski dunia berubah jadi reruntuhan. Tapi tiga hari... Hanya tiga hari setelah aku memutuskan menikah dengannya, semuanya lenyap. Seperti air hujan yang turun deras, menghanyutkan semua rencana, semua harapan, semua rasa. Namaku Rayhan. Dan kisah ini bukan tentang bagaimana aku menjadi hebat. Tapi tentang bagaimana aku belajar berdiri lagi - saat hati sudah terlalu hancur untuk percaya, dan masa lalu terlalu sakit untuk diulang. Aku menulis ini... bukan untuk mengungkit luka. Tapi agar kamu tahu: ada luka yang tidak bisa dihapus, hanya bisa diterima. Dan dari sanalah, kita mulai pulih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines