We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Titik Rindu

Titik Rindu

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hei , ! kata seorang anak laki" kecil menunjuk perempuan sebayanya terjatuh.dia mendekat dan saat hampir merangkul bak niat menolongnya tiba", 'tak sudi ku ingin ditolongmu.' jawab sekar anak perempuan tadi yang terjatuh lemas.kemudian berdiri dan berlari menjauhi anak laki itu,dia berpikir "kenapa aku harus menolongnya kalau akhirnya seperti ini ? " , Hujan tiba memeluk hasrat ingin ngopi dan menyalakan sebatang rokokku yang hampir habis,setelah semua perjalanan hidup yang telah aku lewati. hanya kejadian itulah yang paling kuingat dan selalu terkenang di benak,entah mengapa aku menolongnya pada saat itu."lebih baik kutinggalkan saja dia" batinku berkata sambil menyeruput kopiku dan mengisap setengah rokokku yang menyala diterpa rintik gerimis ini. setelah pergi dari burjo yang kusinggahi,menaiki motor jadulku C70 custom ku terobos gerimis hujan menyekap dan sesampainya aku di suatu tempat jauh dari perkotaan tepatnya di kampung dataran tinggi nan indah dipandang,di tanah yang ditumbuhi banyak sejali bunga ku ambil sebatang mawar merah mekar dan berdoa semoga suatu saat nanti aku bisa menyusulmu di sana nanti.aku menangis terenyuh,rindu menghujam batin tatkala teringat saat itu yaitu "kenapa aku harus menolongmu ?" raga yang tak kuat ini akhirnya tumbang juga,aku pingsan diantara bunga" mekar dan setelah beberapa waktu aku tersadar dan "dimana aku sekarang !?" dunia semua putih dan tak ada apapun yang kulihat hanya seorang perempuan cantik yang menoleh ke belakang dengan tatapan cueknya.seketika aku teringat wajahnya dan "sekar... ?" aku berlari dan memeluknya dari belakang dengan perasaan campur aduk antara senang,tangis,haru,rindu,merinding menjadi tangisan kuat di batin. 'Tolong jawab aku,tolonglah ... !?' tanyaku ingin sekar menjawab sebuah pertanyaan. Diam,diam,dan diam hening dia tak menjawab bahkan berkata apapun.Aku siuman dari pingsanku dan ditemukan oleh seorang kakek tua yang berkata 'Kamu tahu siapa sekar nak ?' kalau tidak , dengarkanlah ceritaku
All Rights Reserved
#923
kekinian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One Week Love 1 (completed)
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • tumbal gadis perwan
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Arsyilazka
  • ARTEMIS
  • Sweet Combat
  • MY LOVE STORY
  • CEO itu Mantanku

"Aku menunggunya, untuk melihatku..." Meski lincah, aku terkenal ceroboh. Aku tertawa sambil mundur, sebelum menyadari kalau aku menabrak. Kaget, aku malah tergelincir. Jadi aku menarik orang yang dibelakangku. Dia jatuh dan aku berhasil tetap berdiri. Hampir saja. Berniat kabur, dia menangkap tanganku. Tak menoleh, aku menarik tanganku. Tapi dia lebih kuat dan aku ikut terjatuh disebelahnya. Momentum membuat muka kami bertabrakan dan aku mencium pipinya. Sama-sama kaget. Kami menjauh. Dia salah satu teman dari cowok gendut tadi. Reflek, aku langsung menangkap rambutku yang berkeliaran untuk menutupi muka. Mendapati dia yang melotot sambil memegang sebelah pipinya yang bisa kulihat punya jejak lipstick-ku. "lo siapa?" dia menarik tanganku. Aku tak bergeming. Aku melihat kesampingnya dan berteriak, "selamat pagi pak dekan." Dia menoleh dan aku meloncat kabur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines