Bait Bait Puisi

Bait Bait Puisi

  • WpView
    Membaca 9,766
  • WpVote
    Vote 552
  • WpPart
    Bab 47
WpMetadataReadLengkap Sel, Feb 18, 2020
WpInfo
Puisi
Antologi puisi yang bermandikan kata sederhana, yang melebur dalam setiap rasa, tersaji dalam buku ini. Aku berharap pesan dalam hati kecilmu terketuk untuk membuka lembarannya. Selamat menikmati puisi ini, simpanlah setiap sentuhannya dalam pikiran serta relung hati. Original by : @Adinadhaa DIMOHON UNTUK TIDAK PLAGIAT SERTA MENCANTUMKAN SUMBER JIKALAU INGIN MENYALIN 🍭 40 Bagian di Buku ini siap menunggumu, tambahkan ia di librarymu dan meleburlah bersama aksaranya 🏆#18 in Bait (5 Januari 2020) 🏆#452 in Puisi (3 Januari 2020) 🏆#5 in Ungkapanrasa (24 Desember 2019) 🏆#9 in katatakterucap (24 Desember 2019) 🏆#3 in goresanpena (13 Maret 2019)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#52
untaiankata
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aksara Tak Bertuan
  • Me adalah Aku
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • KIARA [End]
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Goresan Pena Pengagum hujan
  • {PERKATA} Selesai
  • Sepatah Kata

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan