Sriani'S [Short Story]

Sriani'S [Short Story]

  • WpView
    OKUNANLAR 209
  • WpVote
    Oylar 36
  • WpPart
    Bölümler 3
WpMetadataReadTamamlanmış Hikaye Paz, Ara 3, 2017
#477 In General (Sat, 18-11-2017-Sun,19-11-2017) #463 In General (Mon,20-11-2017) 📖Kumpulan Cerita Pendek 📖 1 Chapter /Title ☆Inspirasi itu seperti angin.☆ Kadang Orang bisa mengatakan 'ADA' bila ia merasakannya sendiri. Publish By @Srianisharma or @Sriani1107 . On Friday 17th November 2017
Tüm hakları saklıdır
#648
motivasi
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • INDONESIA MEMBACA
  • ⓂⒺⓃⒹⒶⓀⒾ ⓀⒶⓀⒾ ⓁⒶⓃⒼⒾⓉ
  • [✔] 7 DREAM
  • Bawa Perubahan
  • Transmigrasi Jadi Istri Duda (End)
  • Karunia di Seperempat Abad (E-book)
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END

Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi