RASA YANG TERPENDAM

RASA YANG TERPENDAM

  • WpView
    GELESEN 908
  • WpVote
    Stimmen 56
  • WpPart
    Teile 29
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Dez. 5, 2018
WpInfo
Poesie
Memendam perasaan sama saja kau mengajak dirimu sendiri berperang,sayangnya tidak akan ada yang menang dan kalah diantara kalian. Jika perasaan yang kau pendam bisa kau redam. Tetap saja kau akan tetap sendiri. Jika perasaan yang kau pendam mengalahkanmu, kau akan menjadi tidak karuan. Merasa tidak seimbang.Dan,lebih padah lg kau akan menyadari kau tetap saja sendiri. Memendam perasaan bukanlah kesalahan. Hanya saja kau juga harus pahami,memendam perasaan sering kali menimbulkan penyesalan
Alle Rechte vorbehalten
#74
quotes
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • Rembulan Yang Sirna
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Semua Memukul (✅)
  • poem

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien