Give me happiness

Give me happiness

  • WpView
    Reads 337
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 7, 2017
Syifa salsabila zahra. Seorang anak perempuan yang terlahir dari anak penjual kerupuk. Tinggal di sebuah rumah berbahan dasar anyaman kayu, namun bagi keluarganya rumah ini adalah istana mereka. Istana kecil yang penuh kasih sayang. Hingga akhirnya ayahnya ditawarkan bekerja di Brunnai. Pangkat demi pangkat diraih oleh ayahnya, dari paling bawah dan sekarang telah menjadi Direktur dari Indonesia. Bagaimana kehidupan syifa setelahnya? Apakah ia akan tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian lagi?
All Rights Reserved
#29
firststory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMOSFER [END]
  • the best choice
  • Seindah fajar
  • Assalamualaikum Cinta
  • Babysitterku -ternyata- Mommy kandungku
  • Diary Untuk Calon Imamku [COMPLETED]
  • DIA PERGI?!
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Berawal dari Sa'i , Berakhir di Laut Merah (COMPLETE)
  • Story of My Life With You

Dalam kehidupan semua orang memiliki hak untuk memilih jalan hidup mereka masing-masing. Namun, bagaimana jika seorang ayah menentukan seluruh jalan hidup anaknya? Itulah hal yang dialami seorang pemuda bernama Derald Atropedha Vernando. Remaja tidak berhati dan cuek dengan sekitar ini menjadi korban ayahnya yang trauma dengan masa lalu ibunya. Hal itu membuat Derald membangun benteng tersendiri, menutup diri dari kata kasih sayang. Namun, benteng itu mulai goyah saat Derald mengenal seorang gadis. Lilyana Atsya Crysthopher, gadis yang baru saja lancang memasuki kehidupannya. Lalu bagaimana kelanjutan kesih mereka?? Akankah seorang Lilyana berhasil menembus benteng pertahanan seorang Derald?? "Derald gak suka sama Lily, dia lebih suka hitam putih tinta buku." - Lilyana Atsya Crysthopher "Kehidupan yang monoton, tak ada warna, suram, tapi terlihat begitu sempurna ... itu hidup gue!" - Derald Atropedha Vernando

More details
WpActionLinkContent Guidelines