We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pacar Tiga Puluh Juta (Revised)

Pacar Tiga Puluh Juta (Revised)

  • WpView
    Reads 48,823
  • WpVote
    Votes 1,426
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Contract Relationship
Highschool
Enemies to Lovers
Mecahin guci seharga 30 juta? Itu awal dari kiamat bagi Kanya. Gara-gara satu kecerobohan di mal, Kanya terjebak utang besar kepada Giovani, atlet basket sekolah yang licik dan ambisius. Karena tak sanggup membayar, Kanya terpaksa menandatangani kontrak sandiwara yang disusun Gio: menjadi pacar pura-pura sekaligus joki tugas pribadinya. Kini, hari-hari Kanya berubah menjadi medan perang. Ia harus menghadapi fans-fans yang cemburu buta, menahan sesak dada melihat Dimas yang seharusnya menjadi pacarnya malah mulai berpaling, hingga harus terjebak dalam hari-hari bersama Gio yang penuh tekanan sekaligus kejutan. Di tengah misi melunasi utang, batas antara benci dan pura-pura mulai kabur. Utang mungkin bisa lunas, tapi perasaan siapa yang tahu?
All Rights Reserved
#133
fakedating
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Did I wrong?
  • Friendship -Completed-
  • Zo Untuk Zia
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Different [Completed]
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Kutukan Tumbal
  • ALATAS
  • RHEA [Completed]

"Gioo gue mau cerita sama lo!!" Genza kecil berlarian menuju ke arah sepupu tersayangnya. Mereka sangat dekat bahkan seperti kembar. "Apaann Genzaa? Katanya mau main perang - perangan tapi kenapa lo malah mau cerita sama guee?" Gio kecil meletakkan pedang mainannya. "Gue.. Gueee lagi sayang sama cewee" Genza tertawa kecil. "Ehh, kok gitu sih lo. Gaboleh duluin guee" Gio menjitak pelan kepala Genza. Genza meringis sakit. Namun senyumnya tidak pernah pudar. Setelah itu, mereka justru melepas tawa bersama. "Ih! Siapa sih? Gue jadi kepo" Gio melipat kedua tangannya. "Dinda, adek lo. Gue sayang banget sama dia. Kita kan sepupuan doang, juga bukan kandung. Besar kemungkinan suatu saat nanti gue bisa ni...." *** Sister Complex? itu yang terjadi. Meskipun ia tahu semua masalah yang dihadapi adiknya, ia berusaha tidak mengungkit dan berusaha mengembalikan hidupnya lagi. So, Did I Wrong??

More details
WpActionLinkContent Guidelines