Story cover for Sunset by YumicoNatania
Sunset
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado nov 18, 2017
"Will you be my girlfriend?" Kim di buat terkejut dengan aksi Ken malam ini. Ken berlutut didepan Kim sambil menatap Kim lalu memegang kedua tangan Kim. 

"Paan sih... Ken bangun.." ucap Kim

"Gue gak mau bangun sebelum lo jawab pertanyaan gue. Kim gue sayang dan Cinta sama lo"

Kim berusaha mencari kebohongan dimata Kenzo, tapi hasilnya nihil. Kim tidak menemukan kebohongan pada mata Ken. Kenzo menatap Kim dengan tatapan Cinta yang tulus. Tapi apakah itu benar? Mungkin saja tidak. Mungkin Ken hanya mempermainkan Kim. Ingat Cinta datang tidak secepat dan semudah membalikan telapak tangan. Cinta itu butuh proses gaes.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sunset a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#79kenzo
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Second Chance (Short Story) GxG de secondlives
8 partes Concluida Contenido adulto
Boro-boro kisah percintaan sesama jenis berjalan mulus. Vanesa saja menahan rasa sakit mati-matian karena cintanya tertolak. Ditambah yang menolaknya adalah Tyas. Oh tidak mungkin, sudah jatuh, tertimpa tangga pula namanya. Tyas yang sering mempermainkan laki-laki itu, yang sering mabuk bolak-balik club, yang sering berciuman dengan siapapun asalkan dia laki-laki, yang sudah dicicipi oleh semua laki-laki yang ia kenal. "Lo bisa cari gue kalo lo kesepian, ga harus main sama temen-temen toxic lo itu. Berubah, Tyas. Jangan malah makin rusak" tegas Vanesa, dirinya yang selalu lembut pun harus tegas kali ini, menatap Tyas dengan serius "Berubah apa yang lo maksud?! Perasaan cinta lo ke gue bisa ga lo rubah?! Kalo bisa, detik ini juga gue berubah!" Tyas melotot marah, tatapannya lebih panas daripada api biru Sayangnya Vanesa sudah cinta mati, bukan obsesi ya. Hanya saja susah move on dari cewek gila, ya mau tidak mau Vanesa harus merasakan gila juga. Tapi sampai pada batasnya, kesempatan untuk mendekati Tyas dan merubah sifatnya pun sudah habis, bagi Vanesa itu adalah akhir. Dimana dirinya pun menyerah. "Kalo lo keluar dari ruangan ini, jangan harap buat gue berubah. Dan kalo lo pergi ninggalin gue saat ini, semua tentang kita ga ada!" Tyas teriak dengan tegas Vanesa hanya meliriknya, lalu detik berikutnya Vanesa beranjak melangkah keluar dari ruangan itu. Tidak sedikitpun berhenti atau menoleh pada Tyas. Vanesa benar-benar pergi. Eh tunggu dulu, itu sih kesempatan milik Vanesa yang sudah habis, lalu apa kabar dengan kesempatan milik Tyas? "Apa masih bisa buat gue minta kesempatan kedua dari lo?" ucap Tyas pada Vanesa dengan lirih Cr. Pictures from Pinterest. ⚠️ gxg or girl love girl or wlw ⚠️ don't copy this story!
Because ILY [Completed] de RikaAnanda786
51 partes Concluida
Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
DUNIA FLORA cover
Pure Love cover
[√] Hydrangea Love | [Exp. Vers.] cover
Arsyilazka cover
Senja Di peluk Awan  cover
Second Chance (Short Story) GxG cover
HANYA KAMU  cover
[Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️ cover
Because ILY [Completed] cover

DUNIA FLORA

36 partes Concluida

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."