Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Sunset
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 13, 2017
"Will you be my girlfriend?" Kim di buat terkejut dengan aksi Ken malam ini. Ken berlutut didepan Kim sambil menatap Kim lalu memegang kedua tangan Kim. "Paan sih... Ken bangun.." ucap Kim "Gue gak mau bangun sebelum lo jawab pertanyaan gue. Kim gue sayang dan Cinta sama lo" Kim berusaha mencari kebohongan dimata Kenzo, tapi hasilnya nihil. Kim tidak menemukan kebohongan pada mata Ken. Kenzo menatap Kim dengan tatapan Cinta yang tulus. Tapi apakah itu benar? Mungkin saja tidak. Mungkin Ken hanya mempermainkan Kim. Ingat Cinta datang tidak secepat dan semudah membalikan telapak tangan. Cinta itu butuh proses gaes.
All Rights Reserved
#165
kenzo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • Because ILY [Completed]
  • Soal Rasa 2
  • JAUH DARI CINTA (MEWGULF STORY)
  • Crush
  • Arsyilazka
  • The Force of First Sight
  • Pure Love
  • Soal Rasa
  • Break Up? || gxg

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines