Lautan Kata

Lautan Kata

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 25, 2022
Kumpulan puisi tentang kehidupan, cinta, kasih sayang, dan luka. Puisi yang larut dalam darahmu, mengalir dalam jiwamu dan membekas pada hatimu. . . . Just kidding. Hanya kumpulan puisi random yang kutulis saat mengikuti kelas puisi online bernama 'Classe de Literature' yang diadakan oleh L-Fara Cece Lucina pada kisaran tahun 2016. She's not just a great mentor, but also a scammers, ehe. Kinda unfortunate, but yeah--whatever. Also, i was 16 years old back then. So, most of this poems are kinda cringey, you know. ^^
All Rights Reserved
#482
antologipuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Segala Tentangmu ❝
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Bayangan | Na Jaemin
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Just Words
  • [✓] Lokawigna
  • NIKUNG ፧ jaemren ✓
  • Sunyi Hati Hampa Semesta

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines