Story cover for Just Step Sister by saaxx2004
Just Step Sister
  • WpView
    Leituras 38,198
  • WpVote
    Votos 1,782
  • WpPart
    Capítulos 27
  • WpView
    Leituras 38,198
  • WpVote
    Votos 1,782
  • WpPart
    Capítulos 27
Concluída, Primeira publicação em fev 22, 2014
Maduro
Aku hanyalah seorang anak angkat di keluarga Horan.
Aku sudah terbiasa di hina dengan kata "Mungkin kau adalah anak yang tidak di inginkan" "Mungkin kau adalah anak HARAM" "Mungkin kau adalah hasil perbuatan orang tuamu di luar nikah"  Sama?? Tapi cukup membuatku sedih..

Aku sedih?Ya!siapapun yang berada di posisiku pasti akan merasakan sedih..tapi..aku sudah berusia 15 tahun! 15 Tahun sudah aku tinggal di keluarga angkatku..mereka selalu menguatkanku agar jangan mengambil hati perkataan orang orang yang menghinaku.. terkucuali kakak angkat pertama ku, Vanessa..dia membenciku..


Aku tidak membutuhkan harta dan cinta! aku hanya membutuhkan arah untuk bertemu keluarga kandungku... tapi aku selalu teringat "Keluarga kandungku tidak mencariku,apa mereka telah tiada??apa mereka tidak menginginkan ku?"

Aku pasrah..aku pasrah hidup..tapi aku gak boleh seperti ini terus..aku harus semangat. .!!

Tapi aku sedih disaat...........





------


Salam Directioner :)
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Just Step Sister à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat, de zei_llyn
18 capítulos Em andamento
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
CACA (TAMAT) , de CIKA_JESSIKA
29 capítulos Concluída Maduro
Aku dan Deren hanya menikah sebatas pekerjaan. Kami sama2 memiliki umur matang Aku (32 thn) sedangkan Deren (41 thn). Pernikahan ini hanya akan bertahan selama 1 thn saja karena aku memang tidak mengharapkan pernikahan yang berumur panjang, aku hanya ingin keluarga ku nanti tidak memaksaku untuk menikah dan menikah. Kupikir Deren juga mampu menjadi suami ku selama 1 thn mendatang. Dilihat dari tingkah Deren yang ambisius terhadap pekerjaan dan tidak pernah bermain wanita maka aku menjadikan Deren kandidat yang paling cocok untuk menjadi suamiku. Ingat Deren dan aku hanya sebatas teman kampus, dulu waktu aku menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Amerika aku bertemu dengan dia, Sikutu buku dengan sejuta ke misteriusannya. "aku hanya menjanjikan 3 hal dari mu Deren!" Kataku setelah resepsi itu berakhir. " satu bahwa aku tidak akan menganggu kehidupan pribadimu, dua bahwa aku akan menjalankan kewajibanku dengan baik sebagai seorang istri, tiga bahwa aku tidak akan memarahimu jikapun kau berhubungan dengan wanita lain. Tapi untuk syarat ketiga aku tidak akan menanggung resiko jika keluarga besarmu tau kelakuan burukmu!" ucapku sambil berbisik pada Deren. Deren hanya mengangguk dan menarikku duduk di kasur. "Tapi aku hanya meminta satu syarat saja darimu, perlakukan aku sebagaimana suamimu" "ahh itu mudah! " Deren memicingkan matanya lalu mencium bibir ku dengan cepat aku mendorong tubuhnya. "Itu yang aku maksud memperlakukan aku sebagaimana suamimu" ucap Deren serkastik padaku. "NOOO!! " ~~~~~~~~~~~~~~~~ GUYYSS YOK DIBACA‼️ CERITA KALI INI MIMIN SUGUHIN BUAT KALIAN PECINTA ROMANTIS YAAA 💏 TAPI SEBELUM ITU MIMIN GAK JANJI BAKALAN BAWA ALUR CERITA INI KEMANA 🤭 POKOKNYA MIMIN SAYANG KALIAN SEMUA, MIMIN HARAP KALIAN SAYANG MIMIN JGA WKWK🥰😘🤗
DIKANESHA, de yunnicunil
16 capítulos Em andamento
Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
R I N D U  cover
With You cover
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
CACA (TAMAT)  cover
OUR DESTINY [Rewrite] cover
ISTRI SETELAH CINTA cover
DIKANESHA cover

Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)

16 capítulos Concluída

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.