Different※

Different※

  • WpView
    Reads 979
  • WpVote
    Votes 227
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 1, 2019
LAGI HIATUS Raja Samudra, adalah seorang laki laki remaja berumur 18 tahun. Seorang anak pendiam dan dingin. Dia terlalu tak tersentuh. Ibunya sudah lama meninggal. ayahnya, adalah orang yang gila kerja dan tak peduli pada Raja. Raja selalu menghindar dari siapapun. Selalu menutup hatinya dari siapapun. dan tak akan ia biarkan orang memasuki kehidupannya bahkan secuil pun. Hidup Raja berubah, ketika seorang gadis misterius berambut pirang-kelewat pirang, dengan ujungnya berwarna biru muda, datang dan masuk kekehidupannya. merusak ketenangan seorang Raja dengan sifat bodohnya. Hazelaine moonelson, nama gadis itu. Hazel yang terlihat berbeda. Raja selalu menebak, apa gadis itu berasal dari negeri dimasa lalu seperti di film- film? pasalnya hazel sangat bodoh !dan kuno. tapi hazel terlihat seperti putri putri kerajaan. wajahnya yang cantik, kulitnya putih dan mulus, tubuhnya juga indah. Tidak mungkin hazel seorang gadis yang berasal dari kampung? Atau justru dari tempat yang tak terkira?
All Rights Reserved
#40
cewepolos
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • TRAUMA
  • SAMUDRA JINGGA ✔
  • 💞 My Heart Is With You 💞
  • The Lost Princess
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  •  HAZELA
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Naura & Lukanya
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines