Are We Getting Married Yet?

Are We Getting Married Yet?

  • WpView
    LECTURAS 21,130,750
  • WpVote
    Votos 1,001,618
  • WpPart
    Partes 66
WpMetadataReadConcluida lun, oct 21, 2019
Sagara Fattah Ghani seorang dokter obgyn di RS terkenal di kota, sudah mencapai usia di awal 30 namun masih single karena terlalu sibuk dengan kerjaannya. Sementara sang ibu selalu memaksanya untuk segera menikah dan mengancam akan berpindah kewarganegaraan jika tahun depan dia belum juga menikah. Lalisa Serena, wanita karir dengan jabatan GM juga sudah memasuki usia kepala tiga tahun ini. Setelah berbagai cara orang tuanya sudah lakukan untuk memaksanya menikah gagal, mereka akhirnya lebih memilih untuk melakukan aksi 'jahit mulut' alias tidak mau berbicara dengan anak sulung mereka hingga dia menikah. Kemudian, karena takdir mereka pun dipertemukan dalam situasi yang memberikan solusi untuk masalah mereka yang sama. Yaitu pernikahan.
Todos los derechos reservados
#153
dokter
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Summer Elegy
  • Rekam Jejak Tritici (END)
  • [End] Behind The Heart
  • Dokter ILY (Revisi)
  • Pull String
  • Cita-cita : MENIKAH!
  • Zelian
  • Tawanan Aleron (TAMAT Innovel)
  • Pregnant Because Accident [COMPLETED]
  • Doctor Marriage [LENGKAP]

Bagi Mercy, kebahagiaan itu hanya dua: 1. Bisa tidur dan makan tanpa diganggu. 2. Sergio Romanos. Perjuangannya untuk mendapatkan Sergio setelah bertahun-tahun berusaha akhirnya berhasil, dan kisah cintanya bersama Sergio adalah yang terbaik--menurutnya. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena kemudian Sergio minta putus dengan mengatakan: "She's probably pregnant with my baby." Kebahagiaan itu lenyap sudah. ----- Bagi Andrew, malapetaka itu hanya dua: 1. Ditinggalkan. 2. Dilupakan. Dia tidak melupakan, maupun meninggalkan. Sebaliknya, dialah yang ditinggalkan. Mengubur semua masa lalunya yang tidak ingin diingatnya adalah salah satu hal yang membuatnya tetap bertahan. Tapi awan kelabunya berangsur bergerak saat dia bertemu dengan seorang residen bedah. Malapetakanya pun berlalu. ----- Klise memang mengharapkan dua tokoh utama untuk menjadi satu pada akhirnya. Tapi bukankah memang hidup harus selalu optimis untuk mengharapkan akhir yang bahagia? "Aku nggak optimis." "Bukannya hidup harus optimis?" "Seharusnya. Bukan berarti selamanya optimiskan?" "Dasar pesimis!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido