Untuk yang Meninggalkan

Untuk yang Meninggalkan

  • WpView
    Reads 354
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 23, 2019
Teruntuk ; Hangatnya genggaman tangan, teduhnya binar dalam tatapan, pelukan yang menenangkan, gelak tawa yang terurai, debar jantung serta rona merah jambu di wajah. Terima kasih. Teruntuk ; Setiap kisah yang tercipta. Keberadaan yang sempat menyemangati. Kehadiran diri yang menguatkan. Terima kasih. Teruntuk ; Seseorang yang pernah dibersamakan dalam hidup. Seseorang yang pernah mengulurkan tangan dengan penuh ketulusan. Seseorang yang pernah berjanji untuk tidak akan meninggalkan. Terima kasih. Teruntuk kamu yang pernah ada, pun akhirnya pergi meninggalkan. Ku tuliskan catatan tentang kepergianmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Remaja
  • Poker Face
  • You're Here, But Not For Me
  • SalFlo
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • REGROUP (MOMMY)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines