I'm Fine
  • WpView
    Reads 1,660
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 2, 2018
"Please! kamu ngertiin aku, dia Itu lagi sakit dan dia ngga boleh sedih, please kamu ngertiin aku,, kita ngga bisa sama sama lagi "ucap Arial. "kita pacaran ngga sebentar al!, 3 tahun Kita pacaran, dan kamu mau putusin gitu aja, demi dia?,ngga aku ngga mau!"ucap Meta. "please Arial, gue mohon, jadi pacar gue, lo udah tau kan kalo gue Itu ngga boleh sedih, gue cewe lemah al, please putusin pacar lo, gue mohon gue sayang sama lo, dari dulu" ucap renata. "Kisah ini mengajarkan kita bahwa sesungguhnya, sakit di hati manusia lebih sakit beribu Kali lipat, dibandingkan Sakit fisik"
All Rights Reserved
#144
fun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANUS
  • from mission to love (zeesha)END
  • My Protective Sister (DelChik) (END)
  • AILAH(END)✅
  • Penyesalan - MANDIRA END
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Ciko and Devany
  • Kamu Milikku
  • Unforgettable
  • IPA & IPS
JANUS

"Jangan sampai ada yang tahu kalau kita pacaran!" "Iya, Kak." __________ "Punya otak tidak? Soal mudah seperti ini saja tidak bisa." "..." __________ "Mau jadi apa kamu, hah? Sudah punya pacar tapi keluyuran dengan laki-laki lain." "Apa kabar kamu yang pergi liburan dengan Valerie, Kak? Ber-du-a-an." "Tidak usah bawa-bawa Valerie! Dia itu beda sama kamu!" ___________ "Halo kak ... bisa ke-" "Aku lagi sama keluarga, Selen. Ada mama juga. Nanti aku telepon lagi. Aku tutup." Tut ... tut ... tut ... "Kapan? Saat aku sudah mati?" ___________ "Kita putus saja, Kak." "Jangan macam-macam, Selen! Kamu pikir hubungan kita ini main-main?!" "Bukan aku. Tapi kamu yang selalu mempermainkan hubungan kita, Kak. Lihat ... dia sudah menunggumu. Tunggu apa lagi? Pergilah ... seperti biasa." ___________ ‼️Tindakan plagiasi bukan semata-mata plagiasi saja. Itu juga merupakan cara membunuh yang terselubung. Membunuh perasaan si penulis. Membunuh kerja keras penulis. Membunuh keinginan penulis untuk bisa berkreasi dengan tenang. Artinya, seorang plagiator sama saja dengan seorang pembunuh 🙃‼️ Cover by Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines