Ketika, Aku, Kau, Dan Dia

Ketika, Aku, Kau, Dan Dia

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 21, 2020
Bagaimana yang sudah kuceritakan tempo hari waktu itu, Berpisah bukan akhir dari segalanya. Bahkan juga bukan sebuah awalan dari cerita lembaran baru. Mungkin terdengarnya aku tersesat di dalam gelap hutan belantara, yang tiada ujung dan jalan untuk kembali setelah semua sesal yang telah tercipta diantara kita. Dari Jutawan insan insan manusia yang berdesak desakan. Sesudahnya tenggelam didalam jukstaposisi dan cakap suam sebelum larut malam. Sebelum percayaku dihempas warna asli yang kumiliki. Alvano Sebastian "Apa... Apa yang mau di jelasin lagi? Semuanya udah cukup jelas kan?" Stella Agustine "Iya, Aku minta maaf banget no ini tuh ga seperti yang kamu kira. aku mau kita...." "Tolong mulai sekarang jangan ganggu gue lagi. Gue gabisa sayang sama orang yang gapunya perasaan sama sekali! Dan, udah ga sayang gue lagi" Ucap alvano pergi meninggalkan ruangan itu. "Vanoooo!!!!!"
All Rights Reserved
#119
loved
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pieces of Light
  • ELANG [ LENGKAP ]
  • ALUNA [REVISI New Version] [TERBIT]
  • HALOALKANA
  • Alfaran
  • ALVASYA [TERSEDIA DI E-COMMERCE SHOPEE, TOKPED,DLL LOTUS PUBLISHER ]
  • BAD BOYS & BAD GIRLS [Revisi]
  • MARSELANA
  • Late
  • Persona

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines