Catatan Akhir Hidup

Catatan Akhir Hidup

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 20, 2017
"Kepada Tuhan yang nama-Nya jarang kusebut, ampuni aku atas dosa yang telah kuperbuat dan dosa yang akan kuperbuat" (semoga dalam damai), diriku ____________________________________ Yuhuuu Semua unsur cerita disini, baik jalan cerita maupun karakternya tidak merujuk pada berita, kasus ataupun kisah tertentu. Saya pun tidak bermaksud untuk membenarkan tindakan bunuh diri apalagi mengajak pembaca melakukan hal-hal diatas. saya anggap pembaca sudah dewasa dan bisa memilih mana yang benar (dan ada tag dewasanya di cerita ini ;)) tujuan saya membuat cerita ini adalah ingin menyebarkan bahwa mati bukanlah akhir. mati adalah perjuangan baru. kamu yang membuat jalan ceritamu. jika tidak berkenan dengan cerita ini boleh private message saya oiya ini unsurnya komedi ya semoga ga dark dark amat enjoy~ -ranimbuz-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • after life || Darkness [TELAH TERBIT]
  • Crazy Phsyco||harukyu(slow up)
  • SEMPITERNAL
  • Palsu (Aouboom) End✓

"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines