Story cover for MERAMU by tcindys
MERAMU
  • WpView
    Reads 1,953
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 1,953
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 18
Ongoing, First published Nov 21, 2017
Bagaimana rangkaian kata yang selama ini tersimpan dibenak mulai kembali diceritakan.
Mulai kembali dijamah oleh pemilik aslinya.
Implisit mungkin yang tiada henti.
Adakalanya aku, dan kamu yang hanya mengerti.
Tenang,
hanya kita berdua.
Aku, si penulis.
Dan kamu, si pembaca.
.
.
.
Lalu lalang kata - kata jangan membuat gelisah.
All Rights Reserved
Sign up to add MERAMU to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
You may also like
Slide 1 of 8
ABSURD QUOTES I cover
Ambigu cover
jangan percaya seseorang cover
Perihku Ditinggalkan cover
LAUTAN HATI HERA cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
When his name is cover
| About You | cover

ABSURD QUOTES I

200 parts Complete

Ketika bibir ini tak mampu berucap, biarlah hati yang bicara dan jemari perantaranya.