Kamu tahu apa yang paling membuatku bersyukur atas rasa yang kupendam padamu?
Jika tak tahu, biarlah kuberi tahu... Bahwasannya pada awal aku tak suka kopi, semenjak rasa ini hadir aku berbalik menjadi suka kopi. Kenapa? Karena memendam rasa padamu sama saja memakan bubuk kopi saja. Sangat pahit. Tapi aku berhasil menembus tembok pahit itu dan menemui manis dibaliknya. Kamu membuatku mampu melihat segala sesuatu dari sisi terburuknya...
Kamu tahu apa yang membuatku menyesali hadirnya rasa ini untukmu?
Aku yakin kamu juga tak tahu... Biar ku jelaskan secara hati hati... Lewat kisah ini...
Teruntuk Kamu yang kutuju
Orang bilang, cinta akan selalu memberikan kebahagiaan bukan?
Tetapi, mengapa disaat aku merasakan kembali akan cinta, bukan kebahagiaan yang aku dapatkan melainkan keterpurukan?
Tetapi, mengapa disaat aku baru saja meraih cintanya harus terpaksa melepaskannya?
Tetapi, mengapa disaat aku baru saja bahagia bersamanya harus mengalami kepedihan tiada tara atas kehilangannya?
Dan kenapa aku ditakdirkan tidak bisa menikmati cinta yang katanya indah itu?
Apa tuhan membenciku? Atau kah aku yang tidak pantas mendapat kebahagiaan itu?
●●●
Truth be told. This the destiny that must be accepted