You Are My Twilight

You Are My Twilight

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 25, 2017
Lo itu bagaikan senja. Sebuah harapan yang akan menghilang berganti gelap malam. Tapi, gue yakin suatu saat nanti lo akan memberi cahaya pagi yang menggantikan senja. Memberi kembali secercah harapan, seperti sinar mentari pagi yang memberi kembali cahaya setelah gelap. - Claretta Zea Qiandra- (Zetta) Dan lo itu seperti embun di sebalik daun yang selalu datang setelah lenyap-nya senja. Menunggu sinar mentari datang untuk memberi cahaya. selalu menunggu walaupun harapan itu tetap saja seperti senja, yang hilang berganti gelap malam. Tolong, buat gue menjadi sinar mentari pagi yang menggantikan senja. -Billy Frankie Davidson- (Billy)
All Rights Reserved
#170
light
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • [End] Behind The Color
  • Senja(TERBIT)✅
  • Aspettare
  • Excessive Obsession
  • KEPERGIAN SENJA
  • Dunia Davin
  • Awan Abu-Abu [END]
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines