LOVE - HIM (HIATUS)

LOVE - HIM (HIATUS)

  • WpView
    Leituras 561
  • WpVote
    Votos 117
  • WpPart
    Capítulos 8
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mai 7, 2018
Pertamanya kalian pasti akan merasa bosan dengan cerita ini. Namun seiring dengan waktu berjalan, ku pastikan kalian pasti akan terus membaca ini. Memang cerita ini sengaja ku buat simpel karena ini adalah novel pertama yang aku selesaikan dan terbitkan di wattpad. Jadi aku harap kalian maklum dan tetap membaca yaa ^^ Vella's POV : Dia selalu ada untukku. Dari kecil bahkan sampai sekarang kita sudah SMP, tidak pernah sedetikpun kita berpisah. Dia pernah berjanji bahwa dia tidak akan meninggalkanku. Namun tak berapa lama kemudian, dia sendiri yang mengingkari janji tersebut. Pada akhirnya aku harus melepaskan dia dan pergi dari hidupnya. Aku sendiri tidak yakin apakah kita akan ketemu lagi nanti di masa depan atau tidak. Namun yang kuyakini adalah bahwa takdir tidak pernah memisahkan kita. Jika kita berpisah maka suatu hari nanti sang takdir akan mempertemukan kita kembali.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Spring's Love Note
  • Ruang Tanpa Suara
  • SCHOOL IN LOVE ²
  • Different Page [Complete]
  • LABIRIN TAKDIR
  • Selfish Love [√]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • STAY WITH ME (ON GOING)
  • GREENSTA [END]
  • Inside You

'Bukankah masa sekolah adalah masa-masa terindah bagi seorang remaja?' Hyerim terdiam. Untuk kesekian kalinya ia mendesah keras. Kepalanya ia tundukkan, menatap kosong pada barisan semut yang berjalan berbaris rapi di sekitar kakinya. Memorinya kembali pada ingatan tahun lalu, ingatan yang seharusnya menjadi kenangan manis dengan debaran halus. Ia tersenyum tipis saat siluet pemuda manis dengan tinggi yang cukup membuatnya sakit saat menatapnya, tersenyum kearahnya, menatap lembut ke arahnya, dan mengucap kata yang membuatnya merinding lucu. Tapi, sesaat kemudian sebuah bayangan gelap menutup semua sinar bahagianya. semuanya mendadak gelap, hatinya berat, dan setetes air mata mulai turun dari sudut mata kanannya. 'Oppa..' Ia menangis, mengingat bagaimana kakaknya melakukan hal yang semestnya tidak perlu dilakukan untuk dirinya dan pemuda itu. Semua alasan yang tidak masuk akal yang menjadi penyebab kuat kakaknya melakukan hal buruk itu. Sampai akhitnya ia harus bertahan disini, ditempat jauh yang ia sendiri bahkan tidak tahu kapan ia bisa kembali.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo