Perempuan di Balik Senja

Perempuan di Balik Senja

  • WpView
    Reads 3,662
  • WpVote
    Votes 167
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 9, 2018
Aku tak ingin hadirmu serupa bayang-bayang senja yang tak bisa di harap kehadirannya. Aku ingin dirimu menjadi apa yang selalu aku inginkan. Menjadi tempat sandaran di setiap pengobat keluh dan kesah ternyaman. Sudikah kau menjadi pendamping hidupku atas perasaan setia dan iman? Aku ingin dirimu menjadi kekasih idaman yang membahagiakan bukan menyakitkan.
All Rights Reserved
#234
resah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Psikopat Digital? [End]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • KIARA [End]
  • Let Me Love You Longer
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Nasihat dalam Puisi
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • Ruang Ingatan (End)

"Kenapa keadilan selalu kalah? Apakah karena manusia lebih suka bermain dengan kekuasaan?" "Gue bakal terus berjuang, sampe dunia bener-bener nolak gue." 💸💸💸 Kalian pikir ini cerita tentang psikopat gila yang haus darah? No, big no! Dia seseorang yang berbeda, bukan psikopat pada umumnya yang menyukai menyiksaan dan darah, melainkan seseorang yang justru menikmati kekacauan saat keadilan tidak berpihak. Baginya, melihat seseorang hancur karena kehilangan sesuatu jauh lebih mengasyikkan dibandingkan menatap wajah laki-laki tampan. Dunia telah mengajarkannya bahwa sebuah hubungan cinta tidak penting untuk dunia nya. Kehidupan yang berantakan membentuknya menjadi seseorang yang tidak mengerti dengan kehangatan. Namun, di balik setiap kekacauan yang ia ciptakan, ada sesuatu yang tersembunyi, sebuah alasan yang bahkan dirinya sendiri tidak mengerti. Siapakah dia? Seperti apa dia? penasaran? Kuy baca🥂

More details
WpActionLinkContent Guidelines