The Feeling Called Love

The Feeling Called Love

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 23, 2017
Sama seperti cerita pasaran lainnya, ini mengisahkan romansa SMA yang gajenya nggak ketulungan, plus dibumbui segala macam konflik antara cowok populer, dan cewek [aneh?] yang sayangnya, cukup populer juga. Warning! 17+ :v anak kecil nggak boleh mampir kesini ya nak, :v mending main game sono :v Bijaklah dalam memilih bacaan anda, wahai anak muda!! :v
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Perfect Arland
  • RAGA (Ending)
  • KAKAK TINGKAT (On-Going) Hiatus Dulu Ya
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)

Warning : 1. Cerita ini mengandung unsur BxB 2. Murni hasil pemikiran saya sendiri jadi tolong untuk menghargai, please jangan plagiat. Jika ada yang menemukan cerita ini di lapak lain mohon untuk lapor kepada saya. Cinta, salah satu musibah terbesar di dalam hidup Adei. Cowok manis berwajah baby face dengan segala tingkah lakunya yang selalu membuat Arland jengah. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan tidak akan bisa mengatur kepada siapa kita akan jatuh cinta, begitu juga dengan Adei. Cintanya yang begitu besar telah jatuh sejatuh-jatuhnya kepada most wanted sekolah. seorang pria yang memiliki ketampanan bak dewa Yunani, tatapan mata elangnya yang tajam, yang mampu memikat siapapun. Termasuk Adei, salah satu korban dari ke PERFECT an yang dimiliki oleh Arland. Tapi sayang cinta yang dirasakan oleh Adei bertepuk sebelah tangan. Arland, dengan segala kebenciannya selalu menolak Adei dengan kata-kata yang sangat kasar, kata-kata yang setiap harinya menggoreskan luka di hati Adei. Namun itu semua tak membuat usaha Adei surut, malah ia semakin gencar untuk mendapatkan Cinta Arland. "Sampai kapanpun gue gak akan pernah jatuh cinta sama lo, homo!" Arland Adhitama. "Dan aku gak akan pernah mundur untuk mendapatkan cinta kamu." Adei Rahmanda Putra.

More details
WpActionLinkContent Guidelines