Curhatan Anak Baper

Curhatan Anak Baper

  • WpView
    Reads 389
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Andaikan saja.. Aku dapat melupakanmu seperti aku mencintaimu. Pasti tak butuh waktu lama untuk terus memikirkanmu.
All Rights Reserved
#414
php
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • Boys In The Kost [END]
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • KELUARGA ATMODJO [hiatus]
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)

[SUDAH TERBIT EBOOK DI GOOGLE PLAY DAN PLAYBOOK - ETERNITY PUBLISHING] Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines