Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Rain
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 19, 2018
Ada kalanya hujan itu indah, namun juga menyakitkan. Dikala waktu hujan, kau membuatku bahagia Namun dikala waktu hujan juga, kau membuatku terhempas. Hunusan pedangmu sangat menyakitkan. "Kalau ada yang menyakitimu, bilang saja padaku. Besok orang itu pasti hilang" Bagaimana jika dirimu yang menyakitiku? Akankah dirimu menghilang? Jujurlah Tuan Hujan. Jika aku mencintaimu, mengapa semesta merumitkan kisah ini. _____________________ "Aku mencintaimu dari awal kehidupan hingga akhir kehidupanku" -Kirana larasati "Ada sebuah rahasia yang dirimu tak perlu tahu, karna dirimu tak akan bisa menerimanya" -Adimas Andrian Prasetya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Rain Sound
  • Hujan Dan Kamu (Completed)
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • In a Rainy Season
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • Gadis Hujan
  • The Rain
  • Rain-A
  • Hujan [ PUISI ] ✔️

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines