Story cover for The Lovebite Killer by psychomartinesz
The Lovebite Killer
  • WpView
    Reads 286,940
  • WpVote
    Votes 2,317
  • WpPart
    Parts 34
  • WpHistory
    Time 2h 31m
  • WpView
    Reads 286,940
  • WpVote
    Votes 2,317
  • WpPart
    Parts 34
  • WpHistory
    Time 2h 31m
Ongoing, First published Nov 23, 2017
Mature
Hana berumur 17 tahun aliran Sains menaruh hati pada Cikgunya sendiri . Cikgu Idham

Hafiz berumur 17 tahun aliran sastera menaruh hati pada Cikgu Kira .

"Kau boleh ambik badan aku tapi bukan hati aku . Kalau ada antara kita yang suka sama suka kita putus kawan" Kata Hana .

"Aku janji" Kata Hafiz .

Hana dan Hafiz selalu melakukan hubungan intim . Tetapi masing masing mempunyai pilihan hati sendiri . 

Setiap kali balik . Harriz merupakan abang kembar Hana melihat kesan Lovebite di dada Hana . Mula tercetus Konflik antara mereka .

Ini baru permulaan panjang lagi haluan masing masing hingga ke zaman pekerjaan mereka . Kehadiran Naqib membuatkan mereka berpisah .

Sementara atau selamanya ?

Kenal baru setahun lagaknya seperti bertahun tahun
All Rights Reserved
Sign up to add The Lovebite Killer to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
To All The Girl I Fucked Before (21+) cover
Wajah Bumi cover
Y(our) Dream cover
Jun & Hana cover
Preciousness ❣ [uɿoƚɒꙄ oꞁoᎮ] cover
surat dari praha  cover
Himari-sama [HIATUS] cover
WHO'S? cover

To All The Girl I Fucked Before (21+)

9 parts Ongoing Mature

Bastian baru saja kehilangan sang ayah dalam sebuah insiden kecelakaan mobil. Di tengah kesedihan yang masih menggantung, ia tanpa sengaja menemukan sebuah buku harian tua, tersembunyi di balik tumpukan pakaian di lemari ayahnya. Rasa penasaran mendorongnya untuk mengambil buku itu. Saat membuka lembar pertama, matanya langsung tertumbuk pada sebuah tulisan besar yang mencolok-seolah menjadi gerbang menuju sisi gelap sang ayah yang tak pernah ia kenal. "To All the Girls I Fucked Before." Kata-kata itu menghantamnya seperti tamparan. Bastian terdiam, jantungnya berdegup tak karuan. Ada rasa asing yang menyelinap-campuran jijik, penasaran, dan ketakutan akan apa yang tersembunyi di halaman-halaman berikutnya. Ia berdiri di ambang pintu masa lalu sang ayah, tak tahu apakah harus menutup buku itu dan membiarkan rahasia nakal sang ayah tetap terkubur, atau justru membiarkan dirinya tenggelam dalam kisah-kisah yang mungkin bisa mengubah cara ia mengenang sosok lelaki yang selama ini ia panggil "Ayah."