Me And My Werewolf

Me And My Werewolf

  • WpView
    Reads 827
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 6, 2018
[Slow update] Heran? Tentu saja iya. Aku tak tahu jika Tuhan membuat takdir ku seperti ini. Aku bahkan tak percaya jika dia adalah takdirku. Aku tak tau persis perasaan seperti apa ini. Entah itu senang atau sedih. Aku merasa kalau aku tidak dianggap olehnya, bahkan hanya untuk melihat wajahku ia enggan untuk menoleh. Aku seperti seorang tahanan saja, dikurung dikamar tanpa merasakan hangatnya sinar matahari diluar sana. Di sini aku tidak mempunyai teman untuk mengobrol, para pelayan saja tak mau berbicara dengan ku. Aku berpikir jika ia tidak menyukai ku, ia bisa saja menolak ku dari awal. Tidak perlu repot-repot mengurung ku di sini. [07/04/2018 : 96 Werewolf]
All Rights Reserved
#833
alpha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Moonlight [ REVISI ]
  • Unmated Wolf ( End )
  • BLE MOU ✓
  • Gumiho! Is My Mate?
  • I'm (not) Alpha mate
  • My Possesive Mate [lengkap] || Tahap Revisi
  • My Mina ✓
  • I'm King Alpha Mate [TAMAT]
  • My Perfect Mate (MOVE TO DREAME)
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)

#3 werewolf Agustus 2019 #3 werewolf Desember 2019 "Kau tidak bisa menghindari takdir, apa kau masih tidak mengerti bahwa kita terikat?" "Tidak, aku tidak pernah percaya hal semacam itu." "Sampai kapan kau akan menghindari ku? Apa kah aku tidak lebih dari ramalan yang harus kau penuhi?" "Tolong, sekali saja. Apakah aku... Bisa menjadi pilihan mu untuk terakhir kalinya?" • Ada sebuah pepatah yang mengatakan... Jika dunia ini palsu, maka kedamaian tidak akan pernah tercapai atas konflik yang tiada akhir. Tidak ada kebahagiaan dan kedamaian sejati, sampai dunia ini berakhir sepenuhnya. Ketika semesta terancam hancur berkali-kali, mereka yang memijak langit tidak merasa gentar ataupun berbelas kasih mengulur tangan ke bawah demi menolong mereka yang di bumi. Orang-orang menangis, menjerit dan mati tanpa arti seperti layu nya daun dalam kobaran api menyala. Apakah, kutukan keabadian ini tidak akan pernah berakhir? Mereka yang terpilih, adalah orang-orang yang dilahirkan di bumi, namun mampu meraih kekuatan untuk mengguncang langit, dan sekali lagi memeluk dunia daripada para dewa. Mereka hidup, dan terus menunggu hari itu tiba, sekalipun generasi berubah-ubah dan jaman mengikis belas kasihnya... Ini adalah, awal dari mereka yang dunia nya tidak pernah tertidur. © copyrighted by koreniverse, Indonesia. Febuari 7 2019 Dont copy my story, this is real and pure of my imagination. You should know what the risk for plagiarism ;) Plagiat? God of justice are waiting for you Tolong tinggalkan jejak, terimakasih ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines