We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
CHAOS
  • WpView
    Reads 723
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 21, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
High rank #3 - #pemerintahan 1 September 2018 Aku berdiri ketakutan dibelakang bahunya yang lebar. Kuremas kain di sisi kanan kiri tubuhnya yang mulai basah oleh keringat. Harusnya aku tau,dia juga ketakutan sepertiku. "DORR!" Waktu terhenti. Pupil mataku melebar melihat percikan cairan berwarna merah muncrat dari dahinya. Rambutnya yang coklat terguncang dan tubuhnya rubuh didekat kakiku. Semuanya benar- benar lambat. Aku bahkan hanya bisa menganga dan berdiri diam di tempat. Padahal ia selalu berhasil melindungiku. Tapi apa yang baru saja kulakukan? Aku melihat dia sekarat,dan aku diam saja. Entah mimpi atau nyata,yang pasti airmataku baru menetes saat mereka semua melihat kearahku. Seperti prediksiku,pistol itu kini mengarah tepat ke dahiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ' HOW POSITION '
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • Trapped by You [END]
  • || MY SECRETARY SECRET || END ✓||
  • No, Daddy please! (End) || PARK CHANYEOL
  • Like a Boss
  • Perverter FRIGID [Girls Knight #3]
  • please stop it!! [Ending]
  • Titik di Bagian Koma

Vee Adalah seorang anggota Mafia yang tengah bersembunyi dari musuh besar keluarganya. Vee berhasil menyerang markas sang musuh, ketika malam hari. Namun naas ternyata itu semua hanyalah jebakan, membuat dirinya di kepung anggota polisi yang terus melayangkan tembakan, sehingga beberapa tubuhnya terluka. Di balik jas mantel hitamnya, Vee menekan kuat bagian dada kiri atas, tepat di atas jantungnya yang mengeluarkan banyak darah. Dia cukup kesakitan, tapi dia tidak bisa diam saja. Dia tetap berlari menyusuri padatnya pemukiman yang ada di kota Seoul. "Kau.... Siapa !!!! " "Diam !!! Jika kau bersuara lagi. Maka aku akan membunuhmu !!". Ancam Vee mengeluarkan pisau yang ada di dalam jaketnya. Mengarahkan ke arah seorang gadis yang terlihat ketakutan ketika mendapati seorang lelaki menerobos masuk ke dalam kamarnya melalui jendela yang terbuka. "Kemarilah. Aku butuh bantuanmu....." Vee terlihat meringis menahan sakit yang ada di bahunya. Awalnya ragu, tapi gadis tadi berjalan mendekat juga. Lampu yang terlihat sedikit remang itu tidak membiarkan mata Flory bisa menatap jelas wajah lelaki yang mungkin adalah seorang pencuri . "K__Kau...terluka !", Flory membelalakkan kedua matanya, ketika menyadari bahu Vee yang berdarah. Flory segera mengambil kotak P3K di dalam laci, dan mendekat ke arah Vee, ikut duduk di depan lelaki yang terduduk di bawah jendela. " Sini ku bantu " Vee terdiam ketika menatap wajah Flory yang terkena sinar bulan dari jendela yang terbuka. "Sial......!!! Kenapa dia cantik sekali !!!" Bukannya merasa sakit karena tembakan, malahan Vee sibuk menahan detak jantungnya yang keterlaluan ketika Flory menyentuh bahunya. Oh Shit ! Ini Ilegal !! Benar-benar tidak boleh terjadi !! ******* "Apa kau bisa pelan-pelan !? Ini terasa sakit ! " Flory mengeluh. "Tenang saja. Aku akan memasukkannya secara perlahan " Vee tersenyum melihat Flory yang merengek di bawahnya. *****

More details
WpActionLinkContent Guidelines