Kata Terakhir

Kata Terakhir

  • WpView
    Reads 14,552
  • WpVote
    Votes 916
  • WpPart
    Parts 95
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 12, 2020
Apa yang yang harus aku lakukan ketika sebuah masalah tak bisa aku katakan lewat bibir ini, tak bisa ku ungkapkan secara langsung, apa yang akan terjadi? Aku ini hanya penyuka kertas yang mencurahkan segala keluh kesah di dalam hati lewat kertas itu, bahkan kertas itu tempat mengadu kedu setelah doaku terhadap tuhan. "Berjalan diatas aksara, membuatku takjub akan kehidupan yang mengisarkan tentang kenyataan." -Shalsabila- # 8 in quotesindo - 18 Januari 2019
All Rights Reserved
#46
write
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Aksara Tak Bertuan
  • Coretan Pemikat
  • Perjalanan Cintaku...
  • ABSURD QUOTES I
  • Tentang Sebuah Rasa [SUDAH TERBIT]
  • Tentang Kamu Dan Renjana

Zona tak terbatas seolah memberi ruang untuk kebebasan mengkritisi segala hal, namun sebagian besar dari pikiran itu tidak layak berkeliaran di kepala. Dalam esai ini, saya menghadirkan potret kehidupan di sebuah kota industri yang terpukul hebat oleh pandemi. Cerita dengan momen yang mulai mengalir sejak pertengahan tahun 2020, setiap sudut kota tidak lagi sama, terkekang oleh kebijakan pembatasan yang menjadikan kita asing satu sama lain, kehilangan arah, dan beradaptasi dengan rutinitas yang semakin menyesakkan. Melalui perspektif pribadi, saya mengeksplorasi eksistensi kehidupan yang diwarnai oleh pertemuan singkat dengan orang-orang baru, dialog spontan yang memecah keheningan hiruk pikuk kota, serta momen-momen yang mengungkapkan keunikan setiap individu di antara deru aktivitas tak pernah terduga. Saya menggambarkan suasana kota yang memancarkan kehidupan, menceritakan keberagaman emosi, keinginan, dan impian yang mengalir di tengah kebosanan. Alam selalu punya cara untuk menghapus seluruh keluh kesah. Pantai-pantai dan tempat indah lainnya biasanya bersembunyi di sudut-sudut paling tepi dari kota, atau kadang-kadang mereka hadir di tengah hiruk-pikuk kota yang tidak pernah tidur. Kita hanya perlu kedamaian untuk meredam kebencian yang ada dalam diri. Makna yang mungkin sudah lama terkubur dalam nurani, namun tertutup oleh kekecewaan dan kesedihan yang tak kunjung usai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines