Cinta Dibalik Tirai Hijau

Cinta Dibalik Tirai Hijau

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 2, 2021
Ini adalah cerita pertamaku yang kubuat dari pemikitanku sendiri, jika ada salah kata atau kata yang kurang tepat mohon dimaklumi dan mohon kasih koreksi yah,karena masih belajar 🙏 Cerita ini menceritakan orang yang saling mencintai dalam diam tanpa ada sapaan ataupun ucapan, karena mereka takut kalau mereka mengungkapkan nanti takut kecewa dan kalau merekan saling mengucapkkan mereka takut kalau lalai dalam perintah Allah karena sering memikirkan orang satu sama lain. Disisi lain setelah mereka lulus dari sekolah si Alvero menta'aruf si Ula, tapi Ula menolaknya karena takut Alvero nantinya tidak bisa bahagia bersamanta karena penyakit yang diderintanya. Apakah nereka memutuskan tetap menikah atau tidak bertemu selamanya? Agar tidak penasaran cek dulu yah gaes..... Jangan lupa vote n komen 🙏🙏🙏🙏
All Rights Reserved
#49
kenyataan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • F A K E ? [End]
  • Don't Talk About Money
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • LEITHLEACH
  • Anhar's life Story
  • Jejak Waktu [Complete]
  • ALRIN
  • Jodoh Pilihan Mama (END)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines