
Gerimis masih menghiasi langit kota udang. Terlihat samar mobil putih yang terparkir didepan gerbang rumah Pak Ammar. Nampak duabelas orang yang sudah ada di ruangan tersebut. Gadis berjubah itu mengucapkan salam seraya masuk rumah pak Marzuqi. Dijabatlah tangangan Bu Ima istri pak marzuqi. Hari itu pertama kali Mutia bertemu dengan para panitia pengajian yang akan diadakan pak Ammar disalah satu Perumahan di kompleksnya. Senyum mengembang dibibirnya merespon beberapa laki-laki sebayanya. Namun ada salah seorang yang tepat menatap manik matanya. Ia Akbar. Lelaki yang baru saja memperkenalkan diri itu membuat Mutia terkagum-kagum. Sudah dari SMA Mutia mengagumi Orang-orang yang berkecimpung didunia Teknologi informasi. Satu, dua dan seminggu setelahnya adalah rapat ketigaTous Droits Réservés
1 chapitre