Salah Caramu

Salah Caramu

  • WpView
    LECTURAS 189
  • WpVote
    Votos 50
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 14, 2018
Aku membuka pintu, dengan nafas memburu karena merasakan hawa berbeda didalam ruangan ini. Aku tersenyum tipis saat melihat wajah seorang lelaki dengan jas yang bertengger pas di tubuhnya, ia bangkit dari duduknya dengan percaya diri aku melangkah menghampiri lelaki itu untuk memberi salam sapaan dan, Brukk Jatuh sudah semuanya, harga diriku, barang-barangku dan tubuhku. Saat itu aku sadar bahwa hidupku takkan lagi sama seperti terdahulu , Gal.
Todos los derechos reservados
#205
sastraperempuan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Balik Kacamata [END]
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • BROKEN HEART [END]
  • SERENDIPITY : a Fact
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • WISHES.
  • Gravitasi Ara
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Narasi patah hati
  • Hidup Untukmu, Mati Tanpamu

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido