PLAY ON
  • WpView
    přečtení 284
  • WpVote
    Hlasy 23
  • WpPart
    Části 7
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno úte, led 30, 2018
Cewek itu menatap balik cowok yang menatapnya sambil terdiam. "Kalau kita balikan. Dan mulai dari awal, kamu mau nggak?" tawar Raina. Cowok yang memakai baju senada dengan Raina itu diam. Menatap intens mata sayu yang selalu Ia sakiti. Terlihat genangan air yang mulai membanjiri kelopak mata, namin mau bagaimana pun mereka tetap tidak bisa bersatu. Cinta mereka bagaikan angin tornado. Hanya berputar di suatu tempat dan membuat kerusakan lalu pada akhirnya menghilang yang menyebabkan kehancuran di beberapa titik. "Maaf---" akhirnya cowok itu berucap namun langsung terhenti karena Raina buru-buru memotong ucapan nya. "Kata maaf mewakilkan semua ucapan yang akan kamu omong nantinya."
Všechna práva vyhrazena
#544
teenlit
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Dear Heart ✔
  • Revan & Reina
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • Raina Maramitha
  • REANA [SELESAI]
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • You're Here, But Not For Me
  • Secretly Looking at You (END)

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu