PLAY ON
  • WpView
    MGA BUMASA 284
  • WpVote
    Mga Boto 23
  • WpPart
    Mga Parte 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jan 30, 2018
Cewek itu menatap balik cowok yang menatapnya sambil terdiam. "Kalau kita balikan. Dan mulai dari awal, kamu mau nggak?" tawar Raina. Cowok yang memakai baju senada dengan Raina itu diam. Menatap intens mata sayu yang selalu Ia sakiti. Terlihat genangan air yang mulai membanjiri kelopak mata, namin mau bagaimana pun mereka tetap tidak bisa bersatu. Cinta mereka bagaikan angin tornado. Hanya berputar di suatu tempat dan membuat kerusakan lalu pada akhirnya menghilang yang menyebabkan kehancuran di beberapa titik. "Maaf---" akhirnya cowok itu berucap namun langsung terhenti karena Raina buru-buru memotong ucapan nya. "Kata maaf mewakilkan semua ucapan yang akan kamu omong nantinya."
All Rights Reserved
#278
dewa
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • [COMPLETED] 7 Days
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • DISAPPEARED [COMPLETE]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Regrets of Love
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • REANA [SELESAI]
  • He Never Fell Harder
  • Revan & Reina

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman