PLAY ON
  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Cewek itu menatap balik cowok yang menatapnya sambil terdiam. "Kalau kita balikan. Dan mulai dari awal, kamu mau nggak?" tawar Raina. Cowok yang memakai baju senada dengan Raina itu diam. Menatap intens mata sayu yang selalu Ia sakiti. Terlihat genangan air yang mulai membanjiri kelopak mata, namin mau bagaimana pun mereka tetap tidak bisa bersatu. Cinta mereka bagaikan angin tornado. Hanya berputar di suatu tempat dan membuat kerusakan lalu pada akhirnya menghilang yang menyebabkan kehancuran di beberapa titik. "Maaf---" akhirnya cowok itu berucap namun langsung terhenti karena Raina buru-buru memotong ucapan nya. "Kata maaf mewakilkan semua ucapan yang akan kamu omong nantinya."
All Rights Reserved
#930
dewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Is LOVE
  • You're Here, But Not For Me
  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines