PLAY ON
  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2018
Cewek itu menatap balik cowok yang menatapnya sambil terdiam. "Kalau kita balikan. Dan mulai dari awal, kamu mau nggak?" tawar Raina. Cowok yang memakai baju senada dengan Raina itu diam. Menatap intens mata sayu yang selalu Ia sakiti. Terlihat genangan air yang mulai membanjiri kelopak mata, namin mau bagaimana pun mereka tetap tidak bisa bersatu. Cinta mereka bagaikan angin tornado. Hanya berputar di suatu tempat dan membuat kerusakan lalu pada akhirnya menghilang yang menyebabkan kehancuran di beberapa titik. "Maaf---" akhirnya cowok itu berucap namun langsung terhenti karena Raina buru-buru memotong ucapan nya. "Kata maaf mewakilkan semua ucapan yang akan kamu omong nantinya."
All Rights Reserved
#544
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • Is LOVE
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Rainangkasa #2 [END]
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • Regrets of Love
  • Dear Heart ✔
  • DISAPPEARED [COMPLETE]
  • You're Here, But Not For Me

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta

More details
WpActionLinkContent Guidelines