Retrouvailles

Retrouvailles

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 24, 2026
"Cinta tak pernah benar-benar pergi. Ia hanya menunggu untuk ditemukan kembali." Ria dan Rio telah bersahabat sejak kecil-selalu berjalan beriringan, namun tak pernah benar-benar saling menggenggam. Saat keduanya mulai menyadari bahwa persahabatan mereka telah berubah arah, kenyataan datang mengguncang: Rio dijodohkan oleh keluarganya. Terluka oleh pengkhianatan yang tak terjelaskan, Ria memilih melarikan diri ke Seoul, membangun dinding es di hatinya lewat goresan kuas yang penuh luka. Namun, takdir memiliki cara unik untuk memulangkan seseorang. Di tengah dinginnya salju Korea, mereka kembali dipertemukan. Bukan lagi sebagai sahabat, melainkan sebagai dua orang asing yang membawa potongan teka-teki masa lalu. Sanggupkah kanvas Ria dan piksel Rio bersatu kembali dalam sebuah Retrouvailles, ataukah perpisahan ini memang ditakdirkan untuk abadi?
All Rights Reserved
#6
artschool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines