Dear Nami

Dear Nami

  • WpView
    LẦN ĐỌC 119
  • WpVote
    Lượt bình chọn 19
  • WpPart
    Chương 3
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 4, thg 6 6, 2018
[SLOW UPDATE] -Namita Aruna- Dan sekarang aku bingung. Bagaimana ini, haruskah aku membuka pintu untuk seseorang yang ingin bermain biola bersama? Meski aku tak tahu siapa dia. Atau haruskah aku keluar dari jendela dan ikut menari bersama si berandal itu dan memegang janjinya yang akan menghilangkan kesedihanku? Meski aku takut kedinginan. Atau haruskah aku tetap tinggal di sini? Sendiri. Tanpamu. Dan akan terus menangis setiap mengingat kenanganku bersamamu. Aku bingung, benar-benar bingung. Aku ingin terlepas dari kesedihan ini. Tapi aku juga takut jika kisah ini terulang lagi.
Bảo Lưu Mọi Quyền
#208
memori
WpChevronRight
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Don't Talk About Money
  • hujan
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • Complete (END)
  • Expectation Of Love (Vrene - Book II)
  • CEIYSA STORY (Completed)
  • Aku Ingin Bercerita
  • Hug me! (my lady)
  • My bias my boyfriend || ♡ ( Selesai)

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn