miniera

miniera

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 27, 2017
Milla Seorang gadis biasa yang tinggal di ibu kota Jakarta yang kejam, tapi saat bertemu dengan seorang Mathew ia urungkan lagi kata 'kejam' itu di kamusnya. Mathew Seorang laki-laki yang giat bekerja dan tak memperdulikan sekitar, banyak gosip tentangnya bahwa ia adalah gay. Tapi setelah bertemu dengan Milla hidupnya menjadi berbeda Apa yang membuat hidup mereka berubah? Bagaimana mereka bisa bertemu?
All Rights Reserved
#14
milla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me be Your Man
  • ALGAVRA
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Raffi & Maya
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Best Seventeen Friends [GEN 12] (Under Revision!)
  • Go And Forget it
  • BAGASKARA (TAMAT)
  • Butterfly & Angel

"Hati itu adalah sesuatu yang paling sulit kamu kendalikan, ia akan terus mencari tempat di mana ia bisa dicintai, Dan siapa tahu, sekarang hatimu mulai mencariku" -Virga. ------ Sebagai seorang guru konseling muda di SMA Mandala Nusantara, Livia hanya ingin membantu Virga Nathael, si murid paling nakal di sekolahnya itu untuk memperbaiki diri. Bukan rencana Liv jika ia kemudian tahu selama ini Virga begitu tersiksa hingga merubahnya menjadi pribadi yang kasar dan menyeramkan layaknya monster. Bukan rencana Liv juga jika niat baiknya justru mengubah cara pandang Virga padanya. Tak lagi sebagai guru konseling galak yang selalu memburunya, melainkan sebagai gadis hangat yang mau mengulurkan tangan padanya, satu-satunya orang yang peduli padanya, satu-satunya orang yang membuatnya tergila-gila, dan satu-satunya orang yang menjadi alasan Virga untuk melanjutkan hidupnya. ----- "Sekolah yang bener, kuliah yang bener, sukses dan lepas dari papa kamu." Bagi Virga, itu hanya upaya Liv memanfaatkan emosinya. Dalam hati ia bersumpah membuat Liv menyesal. "Terus saya dapat apa?" "Ya, gak ada! Pilih cara ini atau saya kejar kamu sampai sudut dunia." "Ya udah lupain aja. Lagian saya gak takut sama Bu Liv." Virga mengacak rambutnya, bersiap keluar. "Fine! Kamu mau apa emang?" tanya Liv. Virga menyeringai, matanya menyapu sang guru dari wajah hingga ujung kaki, lalu berhenti di manik coklat terang itu. "Jadi pacar saya." "GILA!" Liv terkejut. Virga puas melihat wajahnya merona. "Silakan Bu Liv pikir-pikir aja dulu." Ia melenggang santai, lalu berbalik sebentar menatap guru itu yang kini tak lagi ingin mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines