Api Cemburu Peluru Perpisahan

Api Cemburu Peluru Perpisahan

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 27, 2017
Di tengah malam yang membisu Tercarik sebuah rindu Menghitung detik demi detik yang berlalu Mengusik relung hatiku Sunyi malam membakarku Dengan api cinta cemburu Menghanguskan rasa percayaku Yang kini telah menjadi abu Bubuk cemburu bak bubuk mesiu Menghasilkan tekanan yang cukup untuk menembakkan anak peluru Menembus ke jantung hati ku Meninggalkan jejak luka di kalbu Sekarang... Bertemu denganmu pun aku enggan Apa lagi berjabat tangan hanya untuk sebuah perdamaian Sudah seharusnya tidak perlu dipertahankan Lebih-lebih untuk dipaksakan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Dia Semesta
  • Love a long
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • JUst foR YoU ❤️
  • -YOU-
  • Assalamualaikum Cinta
  • Disturbances (End)
  • 𝐄𝐥𝐞𝐠𝐢 [𝐝𝐮𝐤𝐚] 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚
  • AKSARA TIMUR

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines