hujan pelangi dan senja

hujan pelangi dan senja

  • WpView
    LETTURE 265
  • WpVote
    Voti 24
  • WpPart
    Parti 7
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, dic 23, 2018
"aku tau hujan itu hebat" dan aku juga tahu "pelangi itu indah" "tapi tak seperti senja yang datang semntara tapi ia akn tetap datang kembali" "Azisssssssss" teriak geram gadis kecil dengan suara ultrasoniknya. karna laki-laki itu mengganggu tidurnya siang ini . dan dia adalah ikaa gadis kecil yang dengan hobinya yang suka tidur dan suara yang begitu membisingkin bagi sebagian teman-temannya. azis yang jail, dan super keras kepala dan ika yang kecil tetapi memiliki suara besar jauh lebih keras kepala dan tak mau kalah. "dasar sapi molor mulu ga bisa bedain mana rumah mana sekolah" ejekan azis dengan ciri khasnya jailnya. mereka berdua selalu adu jontos tapi ada sesuatu yang terjdi pada mereka dan membuat sesuatu itu terasa asing.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Arsyilazka
  • JAM 3 SORE
  • My Home [Hujan Series]
  • Dirgantara ✔
  • dimana janji tersebut
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Something Bitter
  • SHERRA's Diary✔

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti