Untuk Pena Inspirasi

Untuk Pena Inspirasi

  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, nov 24, 2025
Riak bening air mengucur deras... Menyatu dalam suara desah nafas... Menyeruak paksa ia menghempas... Terburai lepas hingga bebas tak membekas... Kucoba tuliskan namamu diatas air itu... Namun ia menertawakan ku dan menyeringgai pilu... Seolah ia sedang menunggu bulan yang memantul dipundaknya itu... Aku tau kau pun pilu... Hati sang pujangga ini sedang berdarah... Meski kau tak melihat luka dalam gundah... Tak ada tinta tuk tuliskan namamu kasih... Meski harus menahan pedih nan perih... Aku rindu jelita auramu... Akankah kau dengar syairku yang kutitipkan pada lebah madu...??? Syair yang tak pernah terbaca oleh manusia angkuh... Karna mungkin merekapun jenuh... Aku rindu kecup keningmu... Kecupan yang membuat cerita dan selalu kutuliskan tanpa tinta dihatiku... Agar suatu saat kau dapat membaca itu dihatiku... Betapa aku sangat merindukanmu.....
Todos los derechos reservados
#436
resah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KHALISA🖤
  • ALONE
  • Perihku Ditinggalkan
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • After My Prayed
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • My Quuen is Bad Gril

⚠️ BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA YAH KAWAN-KAWAN⚠️ ⭐JANGAN LUPA VOTES⭐ ⭐JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP⭐ Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Hello Everybody Selamat datang di cerita pertama saya dan pengalaman pertama saya menulis sebuah cerita Jadi mohon maaf jika ada kesalahan Karena manusia tidak luput dari kesalahan :) . . . "Guss...." Ucap Khalisa dengan mata berkaca-kaca siap untuk jatuh "Apa tidak ada sedikitpun rasa cinta untukku yang sudah mencintai gus selama 2 tahun ini" Lanjut Khalisa dengan air mata yang hampir jatuh Semua orang diruangan terdiam mendengar perkataan khalisa "Tidakk, Lillahi Ta'ala saya tidak pernah menaruh hati kepadamu Khalisa" Ucap Gus Hanan dengan tangan mengepal kuat "Aku mencintaimu Gus" Ucap Khalisa yang tidak dapat membendung air matanya yang terjatuh di pipi cantiknya "Menjauhlah Khalisa, Karena saya telah menemukan tulang rusuk saya dan itu bukan kamu" Ucap Gus Hanan dengan tenang "Tapi Semua perlakuan Gus Hanan kepada ica selama ini? Apa Gus tidak berpikir telah membuat ica menaruh hati pada gus?, Kenapa? Kenapa Gus Hanan memberi ica harapan seolah-olah gus menyukai ica selama ini! kenapaa?" Teriak Khalisa sambil menangis tersedu-sedu "Hapus rasa cintamu kepada saya, karena saya akan menikah beberapa hari kedepan! Tidak kah kau malu mengutarakan cintamu di depan calon istriku!" Seru Gus Hanan dengan tegas . . . Bagaimana Perasaan Khalisa, Akankah Khalisa Bertahan atau Melupakan dan Menerimanya Dengan Lapang Dada? Bagaimana Kisahnya? Yukk Simak Bersama-sama 🤗 Fyi : Cerita ini saya angkat atas dasar pemikiran saya dan saya tidak mengcopy atau menyalin cerita orang lain, ini murni pemikiran saya sendiri Terima Kasih🤗❤️‍🔥

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido