Kyoto. Ibu kota lama, di setiap sudutnya serasa melihat pemandangan rumah-rumah di kampung halaman. Pulang. Setiap langkahnya menyusuri jalanan yang lengang adalah seperti menyusui kampung di dalam benteng Kraton. Di kedua kota lama itu, baik Kyoto maupun Jogja, waktu berjalan begitu lambat, seperti ketika kau pulang ke rumah kakek, duduk-duduk menikmati sore yang menjelang ditemani secangkir teh panas dan biscuit monde, dan senja berakhir maka terbitlah malam yang remang-remang.
Tapi semua begitu berbeda ketika ia mendapatkan sebuah kesempatan kedua untuk kembali ke tempat yang ia anggap seperti rumah dan kampung halamannya. Di Tokyo, semuanya begitu teliti dan presisi, juga mengenai kesempatan dan ketidak sengajaan, seperti rajutan pertemuan dan perpisahan. Tak terkecuali tentang cinta dan rahasia.
*
Tentang laki-laki yang dimasa muda begitu menggelora jiwanya, hingga waktu meredupkan semua itu dan mengubahnya menjadi laki-laki biasa yang membosankan tetapi dinilai baik dalam tatanan sosial tempatnya berada. Tentang perempuan yang telah lelah menopang dirinya sendiri, hingga memutuskan untuk menemukan seseorang di dalam hidupnya, berbagi cinta dan rahasia. Tentang pemuda yang telah melepaskan diri dari belenggu norma untuk menemukan keliarannya, kini mendamba satu-satunya tempat yang ingin ia sebut sebagai tempat untuk pulang.
Dan di Tokyo hari ini, ketiganya bertemu dan bersilangan jalan, mencari jalan untuk pulang, menjadi tempat untuk pulang.
[ ]
Nathanael Pratama Romano sangat menyukai travelling seorang diri. Menelusuri tempat-tempat baru yang belum pernah dia kunjungi di muka bumi ini. Mengamati kehidupan manusia yang berbeda disetiap tempat dalam sudut pandang yang berbeda, dan mengabadikannya dalam lembaran foto. Menikmati berbagai macam makanan unik dan berbelanja fashion item khas negara tertentu. Itulah kesenangan Nathan yang menjadi bagian dari hidupnya, hobi yang menjadi pekerjaan utamanya yaitu seorang travel blogger dan influencer muda.
Hingga suatu ketika dia bertemu dengan Clara, gadis asal Indonesia yang baru di temuinya saat berlibur di Tokyo. Nathan awalnya terganggu dengan kehadiran gadis asing yang terus mengikuti acara liburannya itu. Gadis itu nampak mencurigakan dan menyembunyikan sesuatu. Tetapi ada sesuatu dalam diri Clara yang dapat merubah Nathan. Apakah Nathan harus mengakui bahwa berlibur bersama seseorang itu lebih menyenangkan dibanding seorang diri?
Ini adalah cerita tentang sebuah harapan ditengah keputus asaan,
Tentang bagaimana manusia belajar jujur terhadap perasaannya,
Tentang hidup yang tidak selalu indah,
dan tentang belajar untuk bangkit dari keterpurukan.