KOMA (completed)

KOMA (completed)

  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Mga Boto 18
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadMatureKumpleto Tue, Nov 28, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku benar-benar minta maaf, Sel... kalau aku tahu hasilnya akan seperti ini, aku tidak akan memulai hubungan ini," "Aku hamil, bodoh!" pekik Sellandia. Sontak Dharma terhenyak dan terdiam seketika. "jika ingin pergi, kenapa kamu harus memberiku beban seperti ini, ha?!" Sellandia mendorong tubuh Dharma. "Brengsek!" makinya sembari menyeka air matanya lalu segera menancap gas. Sedangkan Dharma masih membisu melihat raungan mobil Sellandia yang melaju kencang. Persendian kakinya terasa sakit hingga tak dapat di gerakkan. Ia menghadapi dilema dan hatinya di penuhi oleh kegundahan seketika. Ini adalah cerita pendek yang aku tulis saat aku masih kuliah pada tahun 2007 Silahkan dibaca, vote dan komen Terima kasih
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Because ILY [Completed]
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • (Bukan) Keluarga
  • Rindu
  • Bad Papa
  • RAYXLOZ
  • Stay (Away)
  •  ALZERA (On Going)
  • BarraKilla
  • RadenRatih

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman