H.I.D.A.Y.A.H (1)

H.I.D.A.Y.A.H (1)

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 28, 2017
Ini cerita tentang dua anak manusia yang berjalan dalam kemaksiatan. Kecerdasan selalu menjadi landasan mereka menjalani kehidupan, namun hidayah datang kepada mereka. Campur tangan sang pencipta lambat laun menuntun mereka menuju jalan yang benar. Why? Because Allah says ; {فإن الله يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ} “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi hidayah (taufik) kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (QS Faathir: 8). Ini bukan bagaimana mereka menjadi baik tapi cerita tentang proses mereka berubah dan memutuskan untuk hijrah. Polemik yang kompleks menjadi warna dari derai air mata dan tawa secera bersamaan. Penasaran???? Monggo di baca...!!!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Masih Sempatkah Aku Bertaubat?
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • 1 CINTA 2 SAHABAT
  • Perjodohan Tak Diduga
  • Janji Yang Harus Kita Tepati Bersama
  • Kelamkari
  • Bersama Untuk Selamanya { HIATUS }
  • Raden Aluna

Bertaubat bukan hanya tentang memohon ampunan-Nya terhadap dosa yang telah kita buat. Bertaubat bukan hanya tentang melaksanakan solat sunnah taubat. Dan bertaubat bukan hanya tentang berjanji kepada-Nya untuk tak melakukan larangan-Nya lagi. Semua itu akan sia-sia, jika setelah dilaksanakan, namun diingkari lagi. Dan lagi. Bertaubat adalah tentang komitmen seorang hamba kepada Tuhan untuk mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tulisan di dalam karya ini menceritakan tentang bertemunya dua insan dengan kepribadian, kehidupan, dan nasib yang bertolak belakang. "Gue kotor, Mi. Kotor. Gue udah terlalu jauh dari-Nya. Bahkan, iblis pun angkat tangan karena perilaku brengsek gue selama ini. Gak mungkin pintu taubat masih terbuka untuk iblis seperti gue," ucap Zaid dengan suara yang bergetar. "Bang, semua masalah pasti bisa diselesaikan. Baju yang kotor masih bisa dibersihkan dengan sabun yang tepat," balas Safia dengan nada lembutnya. "Pintu taubat akan selalu terbuka untuk para hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bukan hanya bermodalkan ucapan saja, tapi harus ada aksi sebagai pembuktian. Dan sekotor apa pun hamba-Nya, In Shaa Allah, tetap akan mendapatkan ampunan dari Allah karena Allah memiliki sifat Al Ghaffar. Bertaubatlah sebelum terlambat, Zaid Al Barru," sambung Safia tenang. Note: 1. Tolong, jangan plagiat. Ide itu mahal dan mendapatkannya susah. 2. Semua ini murni berasal dari pemikiran author sendiri. 3. Cerita ini diikutsertakan ke dalam Cakra Writing Marathon Batch 08 #cakrawritingmarathonbatch08 #cakragroup

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido