EccedentesiAst

EccedentesiAst

  • WpView
    Reads 692
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 4, 2019
"Disaat lo dihadapkan sama pilihan yang sulit mana yang akan lo pilih? Kebahagiaan lo sendiri atau orang lain?" "Nggak tau. Bingung. Mungkin gue bakal milih jadi pembohong yang terus nyiksa diri sendiri buat ngebahagiain orang itu. Seenggaknya orang kayak gue bisa sedikit berguna buat lainnya." "Terus kapan lo bakal bahagia? Jangan lupain ada seseorang yang selalu doain buat kebahagiaan lo. Seenggaknya buat diri lo bahagia tanpa jadi pembohong yang sewaktu-waktu bisa ngeledakin diri lo sendiri sama orang yang lo bohongin." "Itu resiko dari kebohongan yang gue perbuat."
All Rights Reserved
#6
waatys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • FETISH | HoonSoon ✔
  • Tirta Mata
  • My Life In Novel
  • One More Chance [HoonSoon]
  • My Partner Life
  • Sorry, I Love You [SoonHoon]
  • Perfect Love
  • Memories (All Elementals - Camelot Regnum Ramadhan Event)
  • World Of Magic [1]

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines