Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Nov 29, 2017
Sendiri di satu pagi memandang cerahnya hari dengan udara yang sejuk. Membuatku selalu berfikir, mengapa seindah ini dunia yang Engkkau ciptakan bagi kami. Membuatku selalu bertanya, apa yang Engkau harapkan ketika mencipta aku dan semua keindahan ini. Satu hal yang sangat tidak kupahami tetapi menjadikanku dengan tulusnya menyatakan bahwa ternyata Engkau sangat mencintaiku. Suatu hal yang indah yang telah kuperoleh dari Mu. Tetapi apa balasku, aku bahkan lalai dengan apa yang Engkau tugaskan padaku. Lalai saja tidak cukup, bahkan aku melakukan hal hal yang Engkau larang melalui kitab dan rasul Mu. Sungguh apa yang bisa kukatakan mengenai semua ini, semua menjadi sebuah tuak yang menghinakan aku. Aku ingin hidup seribu tahun lamanya agar aku bisa memperbaiki semua kelakuanku selama ini. Tetapi apakah itu bisa menjamin bahwa diriku tidak akan kembali melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, untuk ketiga kalinya atau bahkan untuk kesekian kalinya. Sama sekali tidak menjamin, karena aku hanyalah seorang manusia tempatnya dosa dan kesalahan. Malu sekali diriku ketika melakukan kesalahan, kemudian bersimpuh di malam Mu tetapi keesokan harinya aku melakukan kesalahan yang sama. Teramat sangat malu diriku untuk kembali meminta maaf Mu, sehingga diriku menjadi salah satu manusia yang tergolong munafik. Aku selalu bilang aku sudah melakukan apa yang Engkau perintahkan tetapi aku sendiri tak tahu apa itu kulakukan karena cintaku kepada Mu atau hanya kulakukan sebagai kewajibanku saja. Sungguh hinanya diriku ya Rabb. Ya Rabb berilah aku sedikit kekuatan untuk menangkal godaan makhluk Mu yang selalu mengajakku ke dalam kebathilan. Bantulah aku agar bisa bersanding dengan umat umat Rasul Mu di surga yang telah Engkau sediakan untuk beliau. Tambahkanlah rasa cinta ku kepada Mu ya Rabb agar aku dapat selalu melakukan apa pun yang Engkau perintahkan kepadaku. Agar aku senantiasa beribadah karena kecintaanku kepada Mu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mimpi Itu Petunjukku
  • Layakkah Aku ke SyurgaMu
  • MENUMPANG KASIH
  • Demi Bahagia Mu
  • Kerana janji
  • Random Tarbiah
  • Disebalik Titah Madrasah
  • HIS LAURA:BUNGA TERAKHIR | C
  • 𝐌𝐚𝐰𝐚𝐫 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐇𝐮𝐦𝐚𝐢𝐫𝐚

"Aku dah tak tahan. Semua pandang aku macam aku jijik, macam aku benda kotor. Aku cuma.. aku cuma nak hidup tenang. Apa yang aku dah buat sampai aku patut kena semua ni?" - Adrell Trisya Trisya bukan baik, tapi dia juga tak pernah minta untuk dikhianati. Usianya baru 16 tahun, tapi dia dah kenal apa itu pegangan tangan yang tak halal dan chat yang tak patut. Semua bermula bila kawan baik sendiri sebarkan fitnah tentang dirinya. "Kau tak jijik. Manusia bukan suci. Kita semua ada dosa, ada silap. Tapi Allah tak tengok masa silam. Dia tengok hati kita sekarang." "Mulakan balik. Dari kosong. Biar semua orang tinggalkan, asal kau jangan tinggalkan diri kau sendiri. Jangan tinggalkan Tuhan." - Anis Humaira Malam tu, dia bermimpi sesuatu yang dia tak akan lupa. Bila mimpi jadi petunjuk, Trisya mula ubah arah hidupnya. Dari rambut terurai ke tudung labuh. Tapi.. kisah lama tak semudah itu dilupakan. Untuk awak yang pernah rasa malu, pernah rasa kecewa, dan pernah nak lari dari dunia - this story is probably for you. [updates 4 parts a day insyaAllah]

More details
WpActionLinkContent Guidelines