Story cover for ARIES by waterysn
ARIES
  • WpView
    Leituras 903
  • WpVote
    Votos 150
  • WpPart
    Capítulos 20
  • WpView
    Leituras 903
  • WpVote
    Votos 150
  • WpPart
    Capítulos 20
Em andamento, Primeira publicação em nov 29, 2017
Ini kisahku, Kirana ariestya H


Tepat dua tahun yang lalu adalah perpisahan kami dan dimana masa-masa kelam terjadi. Kini tepat dua tahun setelahnya,Pukul delapan malam,20 Desember 2020 aku bernyanyi dengan riang di sebuah cafe yang berada di daerah bogor. Memang ini adalah pekerjaan ku saat ini. 

Saat malam itu cafe ramai dengan pasangan yang sedang kasmaran,diriku bernyanyi sambil melihat-lihat kanan kiri sesekali tersenyum. Ada satu yang membuatku hilang selera bernyanyi saat itu, pria yang tak asing bagi kirana baru saja masuk sambil menggandeng tangan seorang wanita yang entah ku tidak kenal.

Sedari tadi aku hanya memandangnya sambil bernyanyi,mungkin saja dia belum sadar kalau kita di tempat yang sama. Hanya satu di pikiranku

 "siapa wanita itu?"
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar ARIES à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#338kirana
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Collision Course , de Jaesalee06
18 capítulos Em andamento
Ini kisah tentang cinta segitiga yang tadinya simpel, tapi tiba-tiba upgrade jadi love polygon. Ada rivalitas level sinetron pagi, dendam yang nempel kayak stiker di helm yang udah kelamaan dijemur, dan anak-anak muda yang masih bingung mau galau atau move on. Ada yang denial setengah mati, ada yang pacaran tapi putus-nyambung kayak kabel casan rusak. Dan di tengah semua drama ini, ada satu 'princess' yang entah sadar atau enggak, dikelilingi para 'pangeran'. Ini beneran kisah cinta atau malah harem modern?! --- Member Blitz mundur beberapa langkah. Bukan karena mereka takut, tapi karena mereka benar-benar ingin masalah ini segera selesai. Tidak apa-apa jika Bianca dan Raja harus beradu argumen sampai mulut mereka berbusa, asalkan ada penyelesaian. Keanu sudah bosan mendengar Raja yang setiap malam memainkan lagu yang sama di piano berulang kali di basecamp. Seolah-olah dentingan nada itu bisa meredakan kekacauan di hatinya. Bramasta? Ia sudah lelah melihat Raja yang terus berolahraga tanpa mengenal kata istirahat, seakan keringat bisa menghapus sesaknya. Bastian dan Mahen memang jarang berada di basecamp sekarang, tapi mereka juga mulai muak dengan panggilan telepon dari Raja yang selalu menanyakan hal yang sama-Bianca masih marah nggak? Gue harus gimana? Sementara Aji dan Langit? Mereka sudah lelah lahir dan batin. Lelah menjadi partner balapan Raja setiap kali hati pemuda itu kacau, menemaninya melampiaskan amarah di lintasan jalanan kota. Lelah juga menghibur Bianca yang, meski bersikap kuat di depan orang lain, tetap saja manusia yang bisa rapuh. Intinya? Tidak ada kenyamanan di Blitz setelah dua sejoli itu putus.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Shivviness[END] cover
My AYY cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
AgniaDiary's cover
Sampai Kita Jadian - Love on Repeat cover
Butterfly Effect cover
Collision Course  cover
Penantian Panjang cover
The Story of Philosofia (Bluesy) cover
JATUH CINTA SETELAH MENIKAH cover

Shivviness[END]

41 capítulos Concluída

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..